Sasar Rumah dan Instansi, DLH Kolut Survei Timbulan Sampah

0
627
Kegiatan Survei Timbulan Sampah yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Kolaka Utara

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kolaka Utara mulai merealisasikan Program Survei Timbulan Sampah (STS). Sejumlah rumah warga dan instansi pemerintah menjadi barometer obyek survei tersebut.

Kepala Bidang Persampahan dan Pertamanan DLH Kolut, Abdul Kahar mengungkapkan, survei ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak timbulan sampah yang diproduksi instansi maupun rumah warga.

“Berdasarkan hasil survei atau penelitian yang kami lakukan selama beberapa minggu kedepan  akan menjadi acuan untuk mengukur kisaran operasional dan tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkut sampah di Kolut, khususnya wilayah perkotaan,” terangnya, Selasa (14/12/2021).

Instansi yang dijadikan sebagai objek survei penggunaan sampah dalam kegiatan kali ini, yakni kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kolut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kolut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolut, Dinas Kesehatan Kolut.

Selanjutnya Badan Pertanahan Kolut, Badan Pusat Statistik, Kementerian Agama, Pengadilan, Kantor Kecamatan, Kantor Kelurahan, Apotek, Klinik (dokter praktek), Lab dan Pelayanan Puskesmas Lasusua.

“Selain itu kami juga mensurvei penggunaan sampah toko di Desa Pitulua, Rantelimbong, Tojabi, Lasusua, Watuliwu, Puncak Monapa, Patowonua, dan Ponggiha. Selanjutnya, pasar ikan, pasar sayur, pasar sekstil, dan sebuah hotel di Kota Lasusua,” ujarnya.

Untuk rumah penduduk, kata dia, DLH mengambil sampel di 7 desa dan 1 kelurahan dengan melibatkan masing-masing 5 sampai 8 rumah tangga setiap desa. Dengan kategori rumah permanen, semi permanen, dan non permanen.

“Desa tersebut adalah Desa Ponggiha, Pitulua, Patowonua, Watuliwu, Rantelimbong, Puncak Monapa, Tojabi,  dan Kelurahan Lasusua,” urainya.

Dituturkan pula, jika timbunan sampah tersebut diangkut setiap harinya ke Terminal Depok Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Kota Lasusua, untuk dipilah berdasarkan jenis sampah yang dihasilkan lalu ditimbang.

“Secara tidak langsung dalam kegiatan ini kami mengedukasi masyarakat cara memilah sampah berdasarkan jenisnya, dengan menyiapkan beberapa jenis kantong sampah,” terangnya.

DLH berharap survei yang mereka lakukan mendapatkan dukungan penuh dari instansi terkait, klinik, opotek, pasar, dan masyarakat karena aktivitas tersebut bertujuan untuk penanganan sampah di Kolut kedepannya.

“Kami berharap masyarakat dan perkantoran, klinik, dan objek survei lainnya dapat menerima dan mendukung kegiatan ini. Intinya, kegiatan pengangkutan yang kami lakukan gratis dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (***)

Reporter : Andi Momang

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini