
MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Puluhan orang tua murid dan masyarakat melakukan aksi pemblokiran dan pemasangan spanduk penolakan di depan gerbang SD Negeri 4 Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Selasa (9/9/2025) pagi.
Aksi ini menolak kedatangan kembali kepala sekolah (Kepsek) lama, Suarni, yang akan bertugas berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kolaka Utara terbaru.
Aksi dimulai sejak pukul 07.00 WITA, menyusul informasi bahwa kepala sekolah baru, Salmiati yang baru dua bulan menjabat, akan dimutasi dan digantikan kembali oleh kepala sekolah sebelumnya.
Aksi penolakan yang telah berlangsung selama tujuh hari ini memuncak dengan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Polsek Ngapa dan TNI.
Jumrina, salah satu perwakilan orang tua murid, menegaskan bahwa penolakan ini bukan tanpa alasan.
Menurutnya, kepemimpinan Salmiati selama dua bulan terakhir dinilai lebih transparan, terbuka, dan telah membawa suasana kondusif bagi siswa, guru, dan orang tua.
“Kami sudah mengetahui bagaimana kepemimpinan Ibu Suarni selama tujuh tahun. Kami ingin pemimpin yang baru, yang punya jiwa mendidik dan tidak menekan anak-anak. Setiap ada masalah dengan orang tua, jangan berdampak pada anak-anak kami,” tegasnya.
Ia menambahkan, orang tua murid meminta pemerintah kabupaten mencabut dan merevisi SK mutasi tersebut.
“Kami minta Ibu Salmiati dipertahankan. Jika tidak diindahkan, kami akan terus melakukan aksi sampai ada keputusan adil,” imbuhnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh para guru di SDN 4 Ngapa yang enggan disebutkan namanya. Mereka menyatakan telah menandatangani petisi penolakan terhadap kembalinya Suarni, yang dinilai otoriter selama tujuh tahun menjabat.
“Kami bersama masyarakat menolak keras kepala sekolah lama kembali. Sudah lumayan kami bersama dia. Dengan kepala sekolah baru, kami semua, termasuk siswa, merasa nyaman. Kondisi sekolah sudah aman dan kondusif dalam dua bulan terakhir,” ujar salah seorang guru.
Aksi ini terjadi setelah bupati menerbitkan SK mutasi yang mengembalikan Suarni ke SDN 4 Ngapa, mencabut kepemimpinan Salmiati yang baru berjalan dua bulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Suarni terkait aksi penolakan tersebut.
Pemerintah Daerah Kolut juga belum memberikan pernyataan resmi menanggapi protes yang terjadi. (***)
Reporter : Andi Momang



