Ekonomi Sultra di Bawah 5 Persen, Pengangguran Masih 54 Ribu Orang

0
68
Wagub Sultra Lukman Abunawas saat membacakan penjelasan gubernur atas KUA PPAS APBD Sultra Tahun 2022, Senin (22/11/2021)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Kondisi perekonomian Sulawesi Tenggara saat masih belum stabil. Setidaknya masih di bawah lima persen atau hanya berkisar 3,97 persen pada triwulan III tahun 2021. Angka itu kontribusi dari sejumlah sektor penyanggah ekonomi daerah.

Gubernur Sultra diwakili Wakil Gubernur Lukman Abunawas mengakui kondisi itu bukan hanya terjadi di Sultra, tetapi secara nasional situasi kinerja pembangunan mengalami penurunan akibat dampak Pandemi Covid-19.
“Itu bukan hanya dialami pula pada masyarakat yang tingkat kesejahteraan rendah, tetapi kalangan masyarakat dengan ekonomi lebih baik juga merasakan,” tuturnya saat membacakan Penjelasan Gubernur Atas KUA PPAS Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) 2022 dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra, Senin (22/11/2021).

Kontribusi sektor pada ekonomi Sultra tadi meliputi lapangan usaha jasa sebesar 13.06 persen, konstruksi sebesar 12,19 persen dan perdagangan sebesar 11.83 persen.

“Sementara pada sektor lapangan usaha lainnya masih di bawah 10 persen, bahkan mengalami kontraksi seperti usaha transportasi dan pergudangan minus 3,25 persen. Jasa perusahaan minus 2,73 persen,” ucapnya.

Sektor lain yang juga mengalami kontraksi adalah administrasi pemerintahan sebesar minus 1,04 persen. Demikian pula usaha pertanian, kehutanan dan perikanan minus 0,56 persen.

“Rata-rata pertumbuhan antara triwulan I-III mencapai 2,78 persen atau lebih tendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 3,24 persen,” ujarnya.

Pada Triwulan IV tahun ini, kata dia, pemerintah berharap kondisi pertumbuhan bisa lebih baik dengan membaiknya kontribusi seluruh sektor melebihi dari pencapaian sebelumnya.
Selain itu dukungan penyelesaian sejumlah proyek pembaungunan nasional dan daerah di Sultra punya andil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nanti.

Dampak ekonomi tumbuh di bawah tren positif, lanjut Lukman, berdampak pada meningkatnya angka pengangguran terbuka dan kemiskinan. Data BPS menyebutkan angka pengangguran di Sultra mencapai 3,92 persen atau 54,13 ribu.

“Tetapi angka pengangguran itu masih lebih rendah dibanding Bulan Maret 2021 yang mencapai 4,22 persen atau sebanyak 58, 24 ribu orang. Jadi sebenarnya ada penurunan,” terangnya.
Namun pemerintah juga masih menyimpan kekhawatiran bila laju penyerapan tenaga kerja masih kalah cepat dengan pertumbuhan angkatan kerja.

“Untuk itu diharapkan dunia usaha yang masih dalam recovery dari dampak pandemi kembali bangkit dan mampu menciptakan lapangan kerja seiring bertambahnya penduduk usia kerja,” tukasnya. (adv)

 

 

Komen FB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here