
MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Kendati sempat diwacanakan maju sebagai bakal calon Bupati Kolaka, namun dinamika politik menghendaki Ketua DPC PKB Kolut Abbas maju sebagai O2 mendampingi Balon Bupati Anton.
“Kami sekeluarga sangat berterima kasih atas dukungan para pengurus partai dan simpatisan getol ingin mendorong saya maju sebagai balon bupati,” ungkap Abbas saat acara Konsolidasi Paslon Anton-Abbas jajaran Pengurus PKB Kolut di Desa Ngapa, Kecamatan Ngapa, Kamis (22/7/2024).
Tetapi sebagai kader partai ia tetap menghargai proses dan dinamika konstelasi politik yang berkembang sesuai pengamatan pengurus pusat.
“Dari situ, ada arahan DPP PKB agar perlu melakukan pendekatan koalisi parpol agar bisa memenangkan pertarungan di Pilkada 2024,” ujarnya.
Dengan berbagai pertimbangan matang, kata mantan Wabup Kolut itu, diputuskan PKB akan berkoalisi dengan PDIP yang mengusung Anton sebagai calon bupati.

“Soal persepsi 02 biasanya jadi ban serep, saya kira tak sepenuhnya benar karena prinsip pemerintahan itu satu kesatuan,” terangnya.
Alasan lain, duet bersama Anton ibarat cinta lama bersemi kembali. Pasalnya, Anton-Abbas juga sempat berpasangan di Pilkada Kolut 2012.
“Ada beberapa lembaga survei yang turun di Kolut menyebut bila saya kembali bersanding dengan Nur Rahman diprediksi menang,” tukasnya.
Meski survei mengunggulkan dirinya bila kembali duet dengan Nur Rahman, namun dia memiliki keyakinan lain. Salah satunya menilai wacana survei muncul 3 bulan lalu dan akurasinya masih dinamis.
“Politik ini kan setiap saat bisa berubah, hasil survei politik itu sifatnya masih prediksi. Setiap saat pasti ada perkembangan prilaku politik pemilih di lapangan,” jelasnya.
Belakangan dia siap mendampingi Anton maju pilkada karena satu alasan prinsip. Yaitu, ada kesamaan visi dan misi dalam penajaman program pembangunan Kolut lima tahun kedepan.
Sementara itu Ketua DPC PDIP Kolut Agusdin mengaku sudah melakukan konsolidasi awal jajaran internal pengurus partai berlambang Banteng Moncong putih itu terkait dukungan ke Paslon Anton-Abbas.
“Prinsip saya tidak akan mendukung kalau calon kepala daerah tidak siap. Setelah yakin baru saya sampaikan dan instruksikan pengurus, kader dan simpatisan mendukung penuh,” katanya.
Penyampaian ke basis-basis pendukung tak semata omong kosong. Selain pertimbangan kesiapan calon, pun semua variabel kemenangan sudah tergaransi dengan baik.
“Saya harus pasti semua karena sadar kalah akan menimbul risiko, bukan pada diri saya pribadi atau partai, tetapi orang-orang yang berdiri di belakang saya,” tuturnya.
Prinsip persaingan politik, lanjut Wakil Ketua DPRD Kolut itu, harus menang dulu sebelum bertarung. (***)
Reporter : Andi Momang



