UMKOTA Rekomendasikan Hari Jadi Kolut pada 18 Desember

0
505
Pertemuan anggota DPRD dan LPPM Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara membahas soal rencana perubahan tanggal hari jadi Kabupaten Kolaka Utara

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara (UMKOTA) memaparkan hasil kajian akademik yang merekomendasikan tanggal 18 Desember sebagai Hari Jadi Kabupaten Kolaka Utara.

Pemaparan dilakukan di kantor DPRD setempat, Senin (17/11/2025).

Ketua LPPM UMKOTA, Masmur Lakahena, menjelaskan, rekomendasi ini didasarkan pada landasan yuridis yang kuat.

“Tanggal 18 Desember adalah tanggal disahkannya Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2003 tentang pembentukan Kolaka Utara. Sementara 7 Januari yang selama ini diperingati hanya momentum penyerahan administratif tanpa dasar hukum yang jelas,” jelasnya.

Dia menambahkan, ini sejalan dengan kabupaten lain yang lahir dari undang-undang yang sama.

“Bombana dan Wakatobi menetapkan 18 Desember sebagai hari jadi mereka. Ini konsisten dengan dasar hukum yang sama,” tegasnya.

Menanggapi kajian ini, Ketua Bamperda DPRD Kolaka Utara, Buhari, menegaskan, keputusan akhir masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

“Rekomendasi akademik mengarah pada 18 Desember, namun keputusan resmi masih harus melalui proses legislatif. Saat ini masih dalam tahap pembahasan,” ujarnya.

Buhari mengakui, penetapan 7 Januari selama ini tidak didasarkan pada Perda, melainkan hanya kesepakatan antara PJ Bupati dan DPR pada masa lalu.

“Inilah yang ingin kita luruskan melalui proses yang sah dan partisipatif,” tambahnya.

Proses selanjutnya akan melibatkan sosialisasi kepada masyarakat, tokoh pemekaran, dan tokoh masyarakat sebelum rancangan Perda dibahas lebih lanjut.

DPRD berkomitmen menyelesaikan proses ini secara komprehensif untuk mengakhiri polemik yang berlarut-larut mengenai hari jadi daerah tersebut.

Kajian akademik ini diharapkan menjadi dasar yang kuat bagi penetapan hari jadi Kolaka Utara yang sah dan definitif, mengakhiri dualisme yang telah berlangsung selama ini. (***)

Reporter : Andi Momang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini