Siap Nikah dan Hamil, Kota Kendari Syaratkan Sertifikat Elsimil

0
579
Pendampingan keluarga bagi calon pengantin, dan presentasi aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil) Kecamatan Baruga Bersama KUA, Kemenag, BLUD PKM Lepo lepo beberapa waktu lalu.

Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua pelaksana.

Salah satu upaya BKKBN untuk menekan angka stunting adalah melalui pengembangan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Aplikasi ini diharapkan dapat mendeteksi calon pengantin yang berisiko memiliki anak stunting.

Selain calon pengantin, Elsimil juga ditargetkan untuk kelompok sasaran remaja karena kelak akan menjadi calon pengantin. Khusus di wilayah Sulawesi Tenggara, Kota Kendari menjadi daerah pertama pengguna aplikasi tersebut.

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari meresmikan penggunaan Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) pada Maret 2022 lalu. Aplikasi tersebut khusus untuk melakukan skrinning, pendampingan dan pencegahan stunting bagi calon pengantin (Catin).

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengaku sangat mendukung program penerapan Aplikasi Elsimil karena ikut memudahkan kerja-kerja tim Audit Kasus Stunting dan satgas.

“Kami sangat setuju sebab Elsimil sebagai aplikasi pencegahan dari hulu diharapkan nantinya anak-anak sebagai generasi yang akan datang, dapat dipastikan sebagai generasi yang dapat melanjutkan tongkat estafet pembangunan,” tutur Asmawa Tosepu belum lama ini.

Program Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil).

Asmawa menegaskan, dalam upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kota Kendari sudah melakukan berbagai terobosan atau inovasi. Salah satunya melalui proses coaching audit kasus stunting.

“Jadi fokus audit bukan hanya pada baduta atau balita, tetapi juga menyasar calon pengantin, ibu hamil atau nifas yang berisiko stunting. Upaya itu dilakukan secara komprehensif sebagai bentuk monitoring dan evaluasi,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Jahuddin, mengaku Kota Kendari merupakan daerah pertama di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengimplementasikan Elsimil pencegahan stunting.

“Stunting terjadi akibat kurangnya gizi yang diterima pada seluruh organ tubuh bayi. Jantungnya, paru-parunya, ginjalnya, telinganya, matanya, kenapa demikian,” tuturnya.

Ia menjelaskan, penerapan aplikasi elsimil bagi calon pengantin merupakan salah satu cara untuk memantau sekaligus mendampingi para calon pengantin agar kelak benar-benar siap nikah dan siap untuk hamil yang diharapkan bisa melahirkan generasi yang berkualitas.

Aplikasi Elsimil adalah siap nikah dan siap hamil yang didampingi oleh tim bidan, juga pendampingan calon pengantin (catin) melalui berkah nikah, yaitu bimbingan pernikahan yang dilakukan oleh penghulu konselor, serta penyuluh agama fungsional dan penyuluh agama honorer,” ujarnya.

Tim Audit Kasus Stunting Kota Kendari terdiri dari Tim Teknis dan Tim Pakar dalam sebuah rapat koordinasi.

Dia mengharapkan agar masyarakat yang ingin menikah bisa mendaftakan diri di aplikasi tersebut jeda 90 hari sebelum melaksanakan pernikahan. Aplikasi bisa diunduh melalui smartphone.

“Di aplikasi itu, catin mengisi kuesioner berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang sudah dilalui. Nanti aplikasi Elsimil langsung mengategorikan sebagai catin ideal untuk hamil atau berisiko,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sultra Asmar, mengakui tidak sedikit orang mengeluhkan dan menganggap aplikasi menghambat proses penyelesaian data nikah.

“Kami tidak menghambat, justru malah membantu karena Elsimil juga sebagai media komunikasi tentang kesehatan reproduksi, kontrasepsi, kesiapan pranikah, kehamilan dan lainnya,” tandasnya. (adv)

Editor : Johartawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini