Peringatan HGN di Kolut, Dari Sekolah hingga Siswa Raih Penghargaan

0
120
Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar saat menyerahkan penghargaan pada sejumlah siswa pada acara peringatan HGN 2021, Kamis (25/11/2021)

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Pemerintahan Kabupaten Kolaka Utara melaksanakan upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2021 di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Mala-mala, Kecamatan Kodeoha, Kamis (25/11/2021).

Di momen itu Bupati Kolut Nur Rahman Umar menyerahkan penghargaan pada sejumlah sekolah semua tingkatan dan siswa. Untuk peraih Anugerah Sekolah Penggerak diberikan pada TK Kuncup Mekar Lasusua, TK Nurul Hidayah Samaturu dan TK Islam terpadu Wihdatul Ummah.

Sedangkan untuk tingkat sekolah dasar penghargaan serupa diraih SD Negeri 3 Lambai, SD Negeri 5 Kodeoha dan SD Negeri 8 Kodeoha. Adapun tingkatan sekolah menengah pertama didapat SMPN 4 Kolut, SMPN 5 Kolut dan SMPN Satap 3 Kolut.

Selain sejumlah siswa juga meraih penghargaan dari Website Pena Anak Indonesia kategori siswa berprestasi. Mereka adalah Besse Zaskia Utama (SMPN 10 Kolut), Sinar (SMAN 1 Kolut), Jusnia Paseba (SMA swasta Hj Agus Salim Kolut), Ulfa Mega Puspita (SMA swasta Hj Agus Salim Kolut) dan Muhammad Irwan Ali (SMA swasta Hj Agus Salim Kolut).

Turut menyaksikan penyerahan penghargaan itu Ketua PGRI Kolut sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolut, Muhammad Idrus.

Mewakili sambutan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Bupati Nur Rahman Umar mengatakan, kondisi tahun ini relatif masih penuh ujian, semua orang kesandung Pandemi Covid.

“Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan dan terpukul secara batin,” katanya.

Menurutnya, mau tidak mau, guru terpaksa mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran.

Pemerintah, kata dia, menyadari pandemi tidak memadamkan semangat para guru, tetapi justru menyalakan obor perubahan.

“Guru-guru se- Indonesia menginginkan perubahan. Teknologi yang belum pernah mereka kenal, menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar dalam tekanan. Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan,” tuturnya.

Para guru menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi. Dan ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh
keseragaman.

Menurutnya, sejak pertama dicetuskan, sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan.

“Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran,” katanya. (***)

Reporter : Andi Momang

Komen FB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here