
Sejak Tahun 2015, Kota Kendari kerap mengandalkan peran vital puskesmas sebagai pendukung pengembangan kegiatan Kota Layak Anak (KLA) di bidang kesehatan. Di mata Menteri PPPA kala itu adalah Puskesmas Poasia dinobatkan sebagai puskesmas percontohan nasional.
Peran puskesmas tentu bukan sekadar berfungsi kuratif maupun rehabilitatif, tetapi juga memaksimalkan peran promotif dan preventif dalam memberikan pelayanan dasar terhadap masyarakat.
Dalam penilaian KLA Tahun 2023 ini, Pemerintah Kota Kendari berharap agar peran puskesmas di kecamatan dimaksimalkan. Bahkan ada satu puskesmas dikemas menjadi faskes bertema pariwisata.
MCNEWSULTRA.ID, Kendari — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sudah menetapkan standar Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP). Dalam juknis indikator PRAP itu harus memenuhi 15 syarat. Inisiasi puskesmas dengan pelayanan ramah anak bisa langsung di-SK-kan kepala dinas sepanjang sudah memenuhi 8 dari 15 indikator tersebut.
Kota Kendari kini memiliki 15 puskemas ramah anak dan 4 rumah sakit ramah anak. Selain itu pelayanan dasar kesehatan juga didukung oleh 18 puskesmas pembantu (Pustu). Bahkan 11 puskesmas konstruksinya sudah dua lantai.
Salah satu terobosan Pemkot Kendari adalah menggagas Puskesmas Kandai menjadi Fasilitas Kesehatan (Faskes) pariwisata. Saat ini pembangunan konstruksi gedung sudah memasuki 90 realisasi fisik.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, drg Rahminingrum mengatakan, konsep Faskes Pariwisata melekat pada Puskesmas Kandai. Karena lokasinya strategis, berada di sisi Teluk Kendari.

“Dari sisi lokasi (Puskesmas Kandai), viewnya sangat bangus yakni laut dan Jembatan Teluk Kendari (JTK). Kami harap Puskesmas Kandai menjadi Puskesmas Pariwisata,” ungkap drg Rahminingrum belum lama ini.
Menurutnya, bangunan Puskesmas Kandai terdiri dari ruangan rawat jalan, rawat inap, ruang gawat darurat, kebidanan dan penyakit kandungan, poli, farmasi, sterilisasi, laboratorium klinik, kantor administrasi, yang dilengkapi dengan dapur.
“Jika tuntas tahun ini, maka puskesmas akan segera dioperasikan untuk mengobati maupun merawat pasien di wilayah sekitar. Bukan hanya itu, puskesmas itu juga bisa melayani pasien dari luar Kota Kendari. Misalnya dari Kabupaten Konawe dan Konawe Kepulauan,” ungkapnya.
Di sisi lain kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) juga tak bisa dinafikan. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, Posyandu aktif di Kota Kendari sebanyak 216 atau 98, 63 persen dari total 219 Posyandu.
Pelayanan kesehatan didukung oleh tenaga dokter masing-masing 238 dokter umum yang bertugas di puskesmas dan rumah sakit.
Sedangkan dokter spesialis yang berjumlah 233 orang seluruhnya hanya bertugas di rumah sakit tersebar di Kota Kendari. Fasilitas pelayanan lain yang sudah dimaksimalkan Pemerintah Kota Kendari adalah Klinik Keluarga Berencana (KKB) sebanyak 51 unit dan Pos Pelayanan Keluarga Berencana Desa (PPKBD) sebanyak 65 unit.
Informasi teranyar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari sudah meraih akreditasi paripurna atau bintang lima oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Capaian itu pun mendapat apresiasi Pj Wali Kota Asmawa Tosepu.
Akreditasi paripurna merupakan predikat hasil penilaian tertinggi yang diberikan berdasarkan penilaian terhadap manajemen mutu dan keselamatan pasien yang diterapkan di rumah sakit.

Penilaian tersebut meliputi ketersediaan SDM, sarana prasarana serta proses pelayanan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah ini berkat kerja keras, kerja bersama, inovasi terutama dari Direktur RSUD Kota Kendari beserta jajarannya. Kami harap ini menjadi penyemangat guna terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” ujar Asmawa.
Terpisah, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas PPPA Kota Kendari Ekawati sangat optimis Kota Kendari bisa meraih Predikat Utama seiring upaya dan kerja keras Dinas Kesehatan kota untuk terus meningkatkan mutu dan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Masukan data dari Dinas Kesehatan sudah kami unggah semua di website KLA kementerian, cukup banyak dan harapan kita kualitas faskes saat ini bisa membantu skoring KLA kita pada saat evaluasi administrasi maupun evaluasi lapangan,” katanya. (adv)
Editor : Juhartawan





