Kendari Metaverse City, Menggugah Wawasan Digital Masyarakat Kota

0
453
Gaya kepemimpinan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir kini mengadaptif pola kepemimpinan kontemporer dengan satu ciri mendorong percepatan pembangunan dengan mengadopsi perkembangan teknologi

Memimpin Kota Kendari dalam kurun empat tahun lebih, Sulkarnain Kadir menunjukkan warna baru model kepemimpinan di daerah, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Salah satunya responsif terhadap perkembangan dunia digital.

Tidak heran, kepemimpinan Sulkarnain cukup melekat dengan komunitas milenial. Dia pun tercatat satu-satunya kepala daerah di Sultra yang intens membangun komunikasi lewat platform digital. Tak sepenuhnya diperankan oleh admin semata.

Dia bukan cuma paham, tetapi juga mengaplikasikan perangkat teknologi ke dalam ekosistem birokrasi, menyapa warga tanpa sekat melalui sosial media.

Dia penganut filosofi humble leadership yang menjelma menjadi mentorship atau coach. Upaya itu sebagian proses mewujudkan Kendari menjadi Kota Cakap Digital.

Teranyar Program Kendari Metaverse City ikut memantik adrenalin milenial untuk ikut rembuk soal itu.

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Pemandangan cukup menarik saat Wali Kota Kendari memanfaatkan momen ramadan tahun ini dengan cara unik. Beragam kegiatan digelar seperti safari ramadan, buka puasa bersama dan acara gerebek sahur di rumah warga.

Kepemimpinan milenial yang kini disandang Wali Kota Sulkarnain Kadir salah satu pendekatan untuk menarik atensi kreativitas generasi muda dalam pembangunan

Yang juga paling beda ketika suami Sri Lestari itu memilih live atau siaran langsung di Instagram (IG) sembari menanti waktu imsak. Ada sekira 200 orang ikut menonton dan umumnya memang kaum milenial. Sulkarnain tahu ada 24 persen milenial di Sultra ganderung main IG.

Tidak ada perbincangan serius di situ, umumnya wali kota hanya memberikan tips-tips menjalani puasa secara sehat. Sesekali dia pun tetap menanggapi beberapa pertanyaan konyol warganet di IG. Dari soal urusan asmara hingga pengetahuan tentang kota.

Kegiatan cuma berlangsung sejam, tetapi dampaknya sangat positif karena kaum milenial bisa bercanda dengan pemimpinnya, jauh dari kesan elitis dan protokoler. Lalu ditutup dengan hiburan giveaway bagi dua pemenang dari pertanyaan yang dilontarkan.

Sebagai pemimpin di Kota Kendari, Sulkarnain Kadir membuka ruang seluas-luasnya untuk bereksplorasi, berkolaborasi di rana digital bagi kaum milenial

Platform IG juga ruang bagi Sulkarnain menampilkan berbagai aktivitasnya di luar dari atribusi sebagai pejabat daerah. Jangan heran di IG @Sulkarnainofficial bisa ditemukan backsound lagu youtuber Young Lex atau Diva milenial si Tiara Andini lewat album Merasa Indah.

“Kalau dulu orang bilang siapa yang kuat, maka dia yang bisa bertahan. Tetapi kalau saya sih siapa yang kreatif maka dialah yang mampu survive dalam melakoni kehidupan ini,” tutur Sulkarnain belum lama ini.

Sulkarnain terus mengikuti tren, selain di IG dia pun mencoba merambah platform youtube dengan chanel SUKA Podcast. Bahkan sempat menggagas ajang Video Reel Competition bertema Tantangan Wali Kota Kendari (Tawa Kendari).

Wali Kota Sulkarnain Kadir terus menginspirasi kaum milenial untuk berani mengambil terobosan berkiprah maupun berkompetisi dalam rana digital

“Tugas seorang pemimpin itu sesungguhnya harus membawa perubahan dan mengakselerasi kemajuan.

Mengukur kualitasnya bisa dilihat dari akumulasi pengambilan keputusan demi kepentingan semua elemen masyarakat,” katanya.

Sulkarnain cukup sadar kepemimpinan di era disrupsi sangat berbeda dengan tuntutan kepemimpinan di masa lalu.

Tipologi pemimpin daerah yang masih menuntut privilege dalam jabatan, cenderung sulit menarasikan gaya maupun kebijakan pembangunannya.

Dorong Pengembangan Konsep Kendariverse

Masih soal seputar wawasan digital, teranyar Wali Kota Sultra memperkenalkan sebuah perangkat yang disebut teknologi metaverse. Terbesit impian ingin mewujudkan Kendari Metaverse City.

Impian Wali Kota Sulkarnain Kadir adalah membangun Kota Kendari dengan pendekatan teknologi yang matang. Salah satunya mengintegrasikan pelayanan publik dalam rana virtual reality

Teknologi metaverse ini merupakan sebuah pendekatan baru dalam layanan publik berbasis online. Sebagian kota di Indonesia juga sudah menggaungkan birokrasi berbasis ekosistem metaverse seperti Kota Makassar dan Semarang.

Pemerintah kota nantinya bisa menerapkan ekosistem metaverse untuk layanan administrasi di semua bidang administrasi kota, seperti ekonomi, budaya, pariwisata, pendidikan dan pengaduan sipil.

“Kita berharap teknologi metaverse ini bisa mengantarkan generasi yang akan datang agar bisa lebih tangguh, lebih maju, serta lebih siap menghadapi tantangan zaman di masa akan datang yang lebih dinamis,” tandasnya.

Konsep Kendari Metaverse City ini, katanya, tentu masih membutuhkan pengembangan maupun penyempurnaan konsep lebih dalam. Jadi konsep ini tidak terkesan gagah-gagahan saja.

Keberhasilan Kota Kendari juga sangat ditentukan oleh kemajuan daerah yang berada di sekitarnya. Wali Kota Kendari Sulkarnain gencar mempromosikan satu target program yaitu Kendari Metaverse City

“Konsep itu harus betul-betul menunjukkan keseriusan kita bahwa Kota Kendari tidak ketinggalan dengan daerah lain di Indonesia, bahkan mungkin kota-kota yang ada di dunia,” tandasnya.

Pemkot Kendari juga akan terus mendorong peran generasi muda daerah agar bisa menjadi bagian pelaku pembangunan dan bukan sekadar penonton. Responsif dengan perkembangan dunia tetapi tidak melupakan nilai-nilai tradisi atau budaya yang dianut Masyarakat Kendari.

Kecintaan terhadap teknologi tak berhenti di situ, Sulkarnain pun sudah memprakarsai Kendari sebagai pengguna mobil listrik pertama di Sultra. Dengan menggunakan mobil listrik maka mengurangi kontribusi emisi gas pada basis ekologi.

Berbagai gagasan yang sudah luncurkan Wali Kota Sulkarnain Kadir bukan hanya bertujuan mewujudkan visi Kota Kendari berbasis teknologi informasi dan ekologi, tetapi mengasah kesiapan unsur pemerintahan lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika perubahan saat ini.

Baginya, masyarakat kota era disrupsi sangat meggantungkan diri pada inovasi dan kreativitas. Memang kadang relatif biaya mahal, tetapi semua itu potensi menciptakan ruang-ruang ekonomi baru dan Kendari butuh itu untuk menekan tingginya angka pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja baru.

Yang lain ada tantangan bonus demografi dalam populasi penduduk Kota Kendari yang sudah mencapai 68, 62 persen. Mereka itu masuk usia produktif angkatan kerja. Kalau tidak diantisipasi skala kebutuhannya, maka Kota Kendari bisa menghadapi problem besar dalam kependudukan. (***)

Laporan : Juhartawan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini