Kasus Covid-19 Melandai, Kadinkes Sultra Sebut Efek Isoman dan Vaksinasi

0
548
Kadis Kesehatan Provinsi Sultra, dr Putu Agustin Kusumawati

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Gejolak kasus positif Covid-19 di wilayah Sulawesi Tenggara dalam dua bulan terakhir menunjukkan tren menurun.

Data terkini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sultra menyebutkan pertanggal 4 Maret 2022 hanya ditemukan 47 kasus. Di banding hari sebelumnya angkanya berkurang hingga 38 orang.

Adapun peta sebaranya yakni Kabupaten Konawe 7 kasus, Kolaka Utara 4 kasus, Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur masing-masing 5 kasus. Lalu Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) 13 kasus, Kota Kendari 10 kasus, Bombana 2 kasus, dan Kota Baubau 1 kasus.

Begitu pula jumlah pasien kontak erat juga menunjukan penurunan pada hari sebanyak 18 orang. Sedangkan pasien dalam perawatan juga relatif telah berkurang sebanyak 208 orang.

Sehingga data update mencatat pasien dalam perawatan tersisa 1.564 orang. Bila dibandingkan dengan situasi bulan Februari lalu angka positif cukup melonjak hingga satgas mencatat ada 216 kasus harian. Namun bertahap angka itu kembali turun drastis.

Menanggapi tren kasus itu, Kadis Kesehatan Sultra dr Putu Agustin Kusumawati menyebutkan ada beberapa faktor yang mendorong tren kasus positif covid menurun.

Di antaranya pengetatan dan pengecekkan di pintu masuk baik di bandara dan pelabuhan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Pengetatan itu lebih bersifat penekanan dan kepatuhan atas aturan protokol kesehatan (Prokes).

Upaya lain adalah Kemudian menginstruksikan isolasi mandiri (Isoman) bagi pasien terpapar dengan gejala ringan dan karantina bagi yang bergejala. Hal itu sesuai SE Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022.

“Karantina untuk yang memang terpapar, dan petugas puskesmas melakukan pengecekan rutin dengan memberikan obat anti virus, sehingga cepat sembuh,” jelasnya, Jumat (4/3/2022).

Selain itu, kata dia, upaya lain dengan percepatan vaksinasi baik dosis pertama dan kedua hingga booster untuk seluruh kalangan.

Selain itu target vaksin 2 juta orang untuk semua tahap I-III menjadi upaya prioritas pemerintah provinsi.

“Untuk percepatan vaksinasi kita lakukan terus setiap hari. Temasuk vaksin booster yang saat ini sementara berjalan,” ujar dr Putu Agustin.

Dia menyampaikan, meski vaksin tahap ketiga ini belum mencapai 50 persen, namun pihaknya yakin langkah ini akan dapat menekan angka penyebaran Omicron hingga akhir Maret 2022.

“Mudah-mudahan angkat positif sudah turun terus hingga akhir bulan ini,” tutur mantan Sekdis Kesehatan Kota Kendari itu. (adv)

Reporter : Juhartawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini