
MCNEWSULTRA.ID, Kolaka – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka, I Ketut Arjana menghadiri pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) serta peluncuran inovasi daerah Gerakan “Mosonggi” (Makanan Olahan Sagu Meningkatkan Energi).
Acara yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka ini bertujuan untuk memperluas akses keuangan masyarakat sekaligus mendorong diversifikasi pangan berbasis lokal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kolaka Amri, Direktur Pengawasan dan Keamanan Badan Pangan Nasional Brigjen Pol Hermawan, serta Asisten II Provinsi Sulawesi Tenggara, Mujahidin.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap upaya percepatan inklusi keuangan dan penguatan inovasi pangan di daerah.
Pengukuhan TPAKD diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi yang efektif dalam mendorong peningkatan akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Fokus utama forum ini adalah mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor pertanian, serta para pelaku usaha lain yang berbasis pada potensi lokal di Kabupaten Kolaka.
Sementara itu, peluncuran Gerakan Mosonggi merupakan langkah strategis Pemerintah Daerah dalam mengangkat nilai gizi dan manfaat sagu sebagai sumber energi alternatif yang sehat dan berkelanjutan.
Inovasi ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan program strategis pemerintah pusat dalam meningkatkan diversifikasi pangan lokal berbasis sagu.
Dalam sambutannya, Bupati Kolaka Amri menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan potensi lokal.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat terus ditingkatkan.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan seluruh OPD dapat terus ditingkatkan guna memperluas akses keuangan serta membangun pola konsumsi masyarakat yang sehat melalui pemanfaatan pangan lokal seperti sagu,” ungkapnya, Selasa (17/2/2026).
Antusiasme terlihat dari para peserta yang mengenakan pakaian adat dalam acara tersebut.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian integral dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. (***)
Reporter : wawan



