
Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) mulai digalakkan Pemerintah Kota Kendari sejak Tahun 2022. Program ini menyasar wilayah Kampung Keluarga Berkualitas atau sering diistilahkan Kampung KB.
Program Dashat secara teknis mencakup kegiatan pelatihan untuk membuat makanan bagi ibu hamil dan balita dengan bahan lokal. Bahan masakan tidak harus mahal, tetapi kita bisa memilih dan memilah bahan-bahan terjangkau dengan kualitas dan kandungan gizi bagus.
Diharapkan Dashat ini bisa hadir di seluruh kelurahan di Kota Kendari agar masyarakat betul-betul teredukasi. Orientasi pemerintah kota tentu bukan penghargaan, hanya saja masyarakat butuh contoh, setelah itu diduplikasi ke seluruh wilayah.
MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari sejauh ini sudah membentuk dapur sehat atas stunting di 33 titik tersebar di 11 kecamatan. Keseluruhan lokus Program Dashat itu dielaborasi dalam Program Kampung KB.
Menurut Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu, Kampung KB merupakan salah satu agenda prioritas pembangunan nasional yang tertuang dalam nawa cita pemerintah pusat.
“Yang dimaksudkan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dari sisi kewilayahan dan pembinaan karakter keluarga. Kampung keluarga kualitas ini dilaksanakan di satuan wilayah setingkat RT atau RW,” jelasnya.
Dia juga menuturkan, point utama dari keluarga berkualitas ini adalah integrasi atau keterpaduan program pemerintah keluarga berencana dan pembangunan keluarga sendiri.
“Jadi kampung berkualitas ini tegak dan terperpadu antar sektor-sektor terkait dalam upaya mewujudkan yang berkualitas dimana program ini adalah untuk melaksanakan fungsi-fungsi keluarga,” tambahnya.
Data aplikasi keluarga sehat per 18 Juli 2022, jumlah keluarga di Kota Kendari yang terdata pada 64 kelurahan, sebanyak 63.063 KK. Dari data itu, nilai Indeks Keluarga Sehat (IKS) sebanyak 31.662 keluarga berada di kategori sehat.
Penelusuran data, sekira 50 persen keluarga di Kota Kendari berada pada kategori keluarga sehat. Sedangkan untuk keluarga kategori pra sehat sebanyak 48,5 persen dengan jumlah KK 30.581. Dan, 821 KK masih berada di kategori tidak sehat atau berada di angka 1,5 persen.
Secara keseluruhan nilai IKS Kota Kendari berada pada Keluarga Pra Sehat dengan nilai 0.5, yang menjadikan Kota Kendari memiliki nilai IKS tertinggi se-Provinsi Sulawesi Tenggara.
Terkait Program Dashat, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kendari Jahudding mengatakan, program itu merupakan bentuk stimulan yang dilakukan pemerintah guna mengajak masyarakat mengemas makanan bergizi dan berkearifan lokal.
“Jadi prinsipnya, mudah didapat, harganya murah, tetapi punya kandungan gizi yang cukup. Kadang-kadang di masyarakat, mungkin dari sisi penghasilan cukup. Misalnya, dia seorang nelayan, hari-hari dapat ikan,” katanya.
Secara logika, kata Jahudding, seharusnya anak-anaknya cukup mendapatkan konsumsi gizi karena keluarganya nelayan. Hanya saja kadang hasil dari tangkapan ikan dijual, lalu hasil penjualan justru dibelikan makanan kemasan serba instan.
“Nah, perilaku masyarakat seperti itu yang harus kita ubah. Itulah pentingnya jajaran satgas terus memberikan pendampingan atau edukasi pada masyarakat,” tuturnya.
Dia juga menegaskan, menyoal tolok ukur kesuksesan semua upaya atau kegiatan dalam mitigasi stunting, akan terlihat dari hasil evaluasi baik melalui data EPPGBM atau Survei Studi Gizi Indonesia (SSGI).
“Kita berharap Kota Kendari bisa mencapai di bawah angka 14 persen sesuai target prevalensi yang diamanahkan Presiden. Tetapi sekarang prevalensi stunting kita lebih rendah dibanding angka nasional yaitu 19,5,” tandasnya.
Sedangkan, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara, Asmar menuturkan program dashat merupakan salah satu program yang tersebar sampai tingkat kampung atau desa. Program yang dilaunching pada November 2022 itu dilakukan untuk menekan angka stunting di daerah.

“Dashat ini menjadi upaya menjaga gizi dan nutrisi bagi balita, ibu hamil, ibu menyusui, sampai perempuan yang hendak menikah. Makanya kita harap warga ikut terlibat dalam Dashat ini,” kata Asmar belum lama ini.
Dashat, lanjutnya, bertujuan agar masyarakat dapat lebih diberdayakan lagi, dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting.
Di mana penerapan dashat memanfaatkan potensi lokal, sasaran utama keluarga kurang mampu yang berisiko stunting, agar mereka paham mengenai gizi seimbang.
Terpisah, Kadis Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari drg Rahmaningrum menegaskan, intervensi spesifik penanganan stunting sebagian besar menjadi tanggung jawab dinkes, termasuk mengkoordinir semua program rutin di unit faskes seperti di puskesmas. (adv)
Editor : Johartawan



