Cegah Stunting, Dinkes Kolut Optimalkan Intervensi Gizi

0
448
Kabid Kesmas Dinkes Kolut, dr Indaryani (kedua dari kanan) ketika menyajikan materi dalam acara Pertemuan Fasilitasi Evaluasi Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2022, Kamis (3/11/2022).

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua — Dalam upaya mencapai target penurunan kasus stunting di Kabupaten Kolaka Utara dari 29, 1 persen (2019) menjadi 1713, persen tahun 2024 nanti. Semua instansi terkait melakukan berbagai intervensi agar stunting dapat diturunkan, salah satunya intervensi gizi.

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kolaka Utara, dr Indaryani MKes pada acara Pertemuan Fasilitasi Evaluasi Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2022, Kamis (3/11/2022).

“Memang angka jumlah kasus stunting saat ini masih dua kali lipat dibandingkan target 2024 nanti. Namun, bukan berarti target tersebut tidak bisa kita capai dengan baik, dan ini membutuhkan kinerja bersama dalam mencapainya,” katanya.

Dia menuturkan intervensi gizi untuk turunkan stunting Stunting adalah kekurangan gizi pada anak di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Sementara target penurunan stunting ini harus ditangani dengan kerjasama, kerja keras dan kerja nyata agar tercapai, dan hal ini bisa dilakukan dengan intervensi penurunan stunting.

Intervensi gizi spesifik, kata dia, adalah kegiatan yang langsung mengatasi terjadinya stunting, di antaranya seperti asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan.

“Jajaran Dinas Kesehatan memiliki tanggung jawab atas intervensi spesifik ini, dengan penguatan kapasitas SDM mulai dari tenaga kesehatan, guru hingga perangkat desa agar bisa melakukan tindak lanjut dengan tepat ssat menemui kasus di lapangan,” tuturnya.

Dalam intervensi spesifik ini, lanjutnya, kata pemerintah terutama yang berada di bidang kesehatan harus melakukan strategi konvergensinya, dan harus diprioritaskan di setiap daerah untuk menangani persoalan stunting ini.

Dijelaskan pula, Intervensi gizi spesifik ini dibagi menjadi tiga kelompok yakni intervensi prioritas, intervensi pendukung dan intervensi prioritas sesuai kondisi tertentu.

Intervensi prioritas, yaitu intervensi yang diidentifikasi memilik dampak paling besar pada pencegahan stunting dan ditujukan untuk menjangkau semua sasaran prioritas,” tandasnya.

Adapun Intervensi pendukung, kata Indaryani, yaitu intervensi yang berdampak pada masalah gizi dan kesehatan lain yang terkait stunting dan diprioritaskan setelah intervensi prioritas dilakukan.

Intervensi prioritas sesuai kondisi tertentu, yaitu intervensi yang diperlukan sesuai dengan kondisi tertentu, termasuk untuk kondisi darurat bencana (program gizi darurat).

“Pembagian kelompok ini dimaksudkan sebagai panduan bagi pelaksanaan program intervensi gizi untuk menurunkan angka stunting, apabila terdapat keterbatasan sumber daya,” tukasnya. (***)

Reporter : Andi Momang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini