Wawasan Guru PAUD Kolut Digodok Dalam Semnas Pendidikan

0
435
Suasana pembukaan Seminar Nasional Pendidikan di Kolaka Utara melibatkan peserta guru PAUD dan TK serta menghadirkan Founder Bengkel Narasi Ruslan Ismail Mage, Rabu (25/5/2022)

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Sekira 400 orang guru PAUD dan taman kanak-kanan se -Kabupaten Kolaka Utara mengikuti kegiatan Seminar Nasional (Semnas) pendidikan. Kegiatan itu mengangkat tema Menjadi Guru Tangguh di Tengah Serbuan Imperialisme Digital.

Seminar tersebut digelar kolaborasi gagasan PGRI Kolut, Institut Teknologi dan Sains (Intens) Muhammadiyah Kolut, dan Komunitas Bengkel Narasi Kolut berlangsung di Islamic Center Masjid Agung Lasusua, Rabu (25/5/2022).

Tampil sebagai pamateri inti Founder Bengkel Narasi Kolut Ruslan Ismail Mage, salah seorang inspirator sekaligus kolumnis sejumlah buku.

Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kolut, Muhammad Idrus, kegiatan ini digelar bertujuan meningkatkan mutu sumber daya manusia, khususnya di kalangan tenaga didik guru PAUD dan TK.

“Jadi seminar ini bukan sekadar kegiatan bisa, tetapi ada target jangka panjang yang ini kita capai dan realisasikan,” tuturnya pada jurnalis usai seminar.

Menurutnya, hasil seminar pendidikan ini menjadi motor penggerak bagi guru maupun organisasi profesi guru lainnya guna memacu diri lebih baik lagi. Jadi bukan terbatas pada guru PAUD saja.

“Saat ini kita juga sudah menjalin kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menampung tenaga guru bisa menempuh pendidikan hingga ke jenjang strata satu. Saat ini jumlahnya berkisar 100 orang,” katanya.

Para guru yang sedang menempuh studi sepenuhnya mendapat beasiswa dari pemerintah daerah melalui Dinas Dikbud Kolut, baik yang sedang dalam studi maupun pengembangan kompetensi lainnya.

Rektor  universitas Intens Muhammadiyah Kolut itu menambahkan, para guru sekarang ini yang sedang mengikuti pendidikan perkuliahan ditargetkan selesai pada tahun 2024 mendatang.

“Inshaallah Tahun 2024 mereka sudah raih gelar sarjana sehingga bisa lebih maksimal dalam melaksanakan proses pembelajaran pada peserta didik. Jadi standar pelayanan minimal di bidang pendidikan terpenuhi,” katanya.

Dia juga mengakui, problem SDM guru menjadi penghambat pemenuhan SPM pendidikan karena guru PAUD maupun TK yang sarjana masih sekira 20 persen. Sehingga bila seluruhnya sudah bergelar sarjana strata satu, maka SPM bisa tercapai 80 persen. (***)

Reporter : Andi Momang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini