Tampil di FGD IAIN Kendari, Ketua DPRD Sultra : Keberagaman Tolok Ukur Perbedaan

0
474
Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh (kiri) saat tampil sebagai pemateri dalam FGD IAIN Kendari, Selasa (2/11/2021)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Kendari gelar diskusi bersama pelajar Sekolah Menengah Atas sederajat se Kota Kendari, Selasa (2/11/2021).

Gelar diskusi tersebut membahas radikalisme agama dan bahaya organisasi anti pancasila di tengah masyarakat dengan mengusung tema Merawat Keberangaman, Merekat Perbedaan, Bersatu Membangun Bangsa.

Sejumlah pemateri yaitu seperti Ketua DPRD Sultra H Abdurrahman Shaleh, Kakanwil Kemenag Sultra H Zainal Mustamin dan Rektor IAIN Kendari Prof Faizah Binti Awad.

Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh menerangkan, keberagaman masyarakat Indonesia tidak membuat masyarakatnya mudah tercerai berai. Hal ini tampak pada agama di Indonesia yang berbeda-beda.

Persatuan berarti perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan kesatuan merupakan hasil perkumpulan yang telah menjadi satu dan utuh.

“Maka dari itu, kesatuan erat hubungannya dengan keutuhan. Kesatuan berbangsa Indonesia, berarti keadaan yang merupakan satu keutuhan sebagai bangsa Indonesia. Jadi keberagaman yang ada seharusnya menjadi tolak ukur perbedaan,” terangnya.

“Inilah rahmatan lil alamin, perbedaan itu adalah indah dan kunci kebaikan ini adalah bagaimana kita merasa kurang, kita merasa bukan yang selebih-lebihnya alangkah hebatnya,” imbuhnya.

Sementara Kakanwil Kemenag Sultra Zainal Mustamin menegaskan, moderasi beragama merupakan program yang saat ini masif dipublikasikan oleh Kementerian Agama sebagai bagian dari substansi pembinaan di Kementerian Agama.

“Moderasi Beragama menjadi sangat penting dalam meneguhkan komitmen guna menanamkan sikap moderat kepada siswa siswi di madrasah dan lembaga sekolah,” katanya.

Dituturkan pula, menanamkan perilaku moderat kepada siswa siswi secara keseluruhan merupakan harapan besar mewujudkan pemimpin negeri di masa depan yang memiliki pandangan-pandangan yang moderat.

Rektor IAIN Kendari, Faizah Binti Awad mengatakan Moderasi beragama di perguruan tinggi Islam saat ini sedang tren.

“Tapi sesungguhnya kalau kita mau melihat perjalanan ini sudah lama tapi dari diksi yang berbeda,” katanya.

Menurutnya, saat ini moderasi beragama menjadi komitmen pemerintah. Ada tiga hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam moderasi beragama, menjaga martabat manusia, perkembangan manusia yang beragama dan agama turut berkembang dan merawat ke-Indonesian. (**)

Reporter : Juhartawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini