SJKU Kecam Insiden Kekerasan pada Wartawan di Kendari

0
433
Serikat Jurnalis Kolaka Utara (SJKU) saat menggelar aksi damai mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan oknum Sat Pol PP dan Polisi pada wartawan di Kendari, Jumat (11/2/2022)

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Wartawan kembali jadi korban kekerasan saat melakukan tugas peliputan. Adalah LM Deden Saputra salah seorang Jurnalis JPNN.com mendapat intimidasi ketika meliputi aksi mahasiswa yang menolak Alfian Taufan Putra menjadi Ketua HIPMI Sultra.

Kejadian itu berlangsung sekitar Pukul 11.00 Wita di Depan Rumah Jabatan Sultra, Kamis (10/2/2022). Pelaku intimidasi diduga adalah oknum Satpol PP dan polisi.

Tindakan aparat keamanan itu mengundang kecaman kalangan jurnalis di berbagai daerah. Salah satunya datang dari Serikat Jurnalis Kolaka Utara (SJKU). Komunitas itu juga menggelar aksi damai di Kawasan Bundaran Lasusua, depan Mapolres Kolut dan Kantor Sat Pol PP Kolut, Jumat (11/2/2022).

Penggagas SJKU antara lain Mansiral Usman (Berita Kota Kendari), Lukman (TVRI), Rusli (Sultra-TV), Laode Musafir (Rakyat Sultra), Rusman (Zonasultra.com), Baharuddin (Bumisultra.com), Andi Momang (MCNewsultra.id), Suleha (Sultrapos), Sumarno (Edisindonesia.com) dan Asran Durahi  ( Lensa kita id)

Dalam aksinya, SJKU mengutuk keras tindak kekerasan dan intimidasi yang dialami jurnalis di Kota Kendari saat bertugas meliputi. Mereka pun mendesak agar Polda Sultra segera mengusut dalang di balik aksi kekerasan itu.

Selain berorasi, massa aksi juga menggelar aksi teatrikal dan tabur bunga. Aksi tabur bunga dilakukan sebagai simbol matinya kebebasan pers di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.

“Aksi damai hari ini sebagai bentuk solidaritas sehubungan dengan adanya aksi kekerasan dialami Deden Saputra Wartawan JPNN.com, saat melakukan peliputan di halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara,” kata Mansiral Usman, Jurnalis Berita Kota Kendari.

Dia pun menyarankan agar Polisi dan Sat Pol PP di Kota Kendari sebaiknya ‘berguru’ di Kolaka Utara. Utamanya belajar bagaimana cara pihak kepolisian dan Pol PP setempat tetap memprioritaskan perlindungan terhadap jurnalis ketika meliputi aksi.

SKJU, lanjutnya, juga menyayangkan kejadian itu berlangsung saat masih dalam suasana Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kota Kendari. Hal itu tentu ikut mencoreng citra daerah khususnya Sultra di mata para tokoh dan penggiat pers nasional. (***)

Reporter : Andi Momang

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini