
MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Reses anggota dewan ditahun 2021 masih berada dalam suasana Pandemi Covid-19. Pemerintah pusat pun terpaksa mengeluarkan kebijakan refocusing dan realokasi anggaran untuk kegiatan penanganan wabah massal itu. Imbasnya, membuat program kerja pembangunan yang telah diajukan terpaksa harus dipending. Tak terkecuali di Kota Kendari.
Namun, masyarakat tidak perlu berkecil hati karena Pemerintah Kota Kendari tetap berupaya memikirkan agar program-program pembangunan infrastruktur tetap berjalan.
Hal itu diungkapkan salah seorang anggota DPRD Kota Kendari dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) La Yuli saat menggelar reses di lingkungan RW O2 Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia, Minggu (4/7/2021).
Dalam forum reses tersebut, masyarakat dominan mengusulkan drainase di beberapa lorong di lingkungan RW O2. Pasalnya, masih ada beberapa lorong yang belum memiliki drainase sehingga kadang memicu genangan.
“Bahkan, ada warga yang kadang rumahnya tergenang air saat musim hujan karena belum adanya drainase,” ungkap Ketua RW O2 Kelurahan Anggoeya, Jamaluddin.
Oleh karena itu, Jamal berharap Ketua Fraksi PKS Kota itu dapat memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan prioritas warga, khususnya di RW O2 Kelurahan Anggoeya. Tidak hanya sampai di situ, Jamal juga mengusulkan pengaspalan di Jalan Wuaeha.
“Memang kemarin sudah ada pengaspalan di Jalan Wuaeha, tapi hanya sepotong, di bagian atas, yang menghubungkan dengan Kantor Lurah Anggoeya, itu belum diaspal,” ungkap Jamal.
Senada dengan Jamal, tokoh masyarakat lainnya, La Badi, juga mengusulkan adanya pembangunan drainase di Lorong Sahabat. Menurutnya, di atas ketinggian lorong tersebut telah dibangun kompleks perumahan.
Hanya sayangnya, kata dia, pihak pengembang tidak menyediakan fasilitas umum, seperti drainase, sehingga air dari perumahan turun bebas mencari jalannya sendiri.
“Akhirnya kalau hujan seperti saat ini, rumah-rumah warga di bawah jadi korban, termasuk salah satunya rumahku jadi korban. Jadi, kami mohon kepada bapak La Yuli untuk membantu menyuarakan ini, minimal agar para pengembang melaksanakan kewajibannya untuk membuat drainase, tidak hanya bangun rumah dan mengabaikan kewajibannya yang lain,” pinta La Badi.
Menanggapi beberapa aspirasi tersebut, La Yuli tidak muluk berjanji. Hanya saja, ia menyampaikan, apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan diperjuangkan dan dikoordinasikan dengan pihak eksekutif dalam hal ini instansi teknis terkait.
“Seperti drainase dan aspal jalan tadi, ini sangat penting. Insya Allah saya akan tetap mendorong ini mudah-mudahan bisa dianggarkan. Mengenai pengembang yang tidak bikin drainase, saya kira ini menjadi masalah umum di Kota Kendari, dan ini akan menjadi bahan evaluasi nanti, supaya para pengembang betul-betul melaksanakan kewajibannya dengan membangun fasilitas umum. Jangan hanya bagus dilihat di atas kertas tapi ternyata di lapangan bukan main,” tegasnya. (**)
Reporter : Juhartawan



