MCNEWSULTRA.ID, Lasusua — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara sudah mulai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun 2022. Tercatat ada 24 target prioritas dijabarkan eksekutif.
Penjabat Bupati Kolut diwakili Asisten III, Muhammad Idris mengungkapkan, ada tiga fokus kegiatan ke depan yang mesti direalisasikan. Yaitu, penyiapan anggaran dua persen dari dana transfer guna kebutuhan penanggulangan dampak inflasi pasca kenaikan harga BBM.
Lalu alokasi anggaran untuk percepatan penurunan kasus stunting serta anggaran penanggulangan penyakit mulut dan kuku pada hewan. Selebihnya menuntaskan realisasi fisik sejumlah proyek semisal rehab rumah jabatan wakil bupati dan lainnya.
“Mengacu pada RAPBD perubahan, pendapat daerah diestimasi sebesar 879.730.040.209 atau meningkat 4,88 persen dari estimasi awal sebelum perubahan yakni sebesar Rp 838.834.728.914,” katanya, Kamis (22/9/2022).
Sebaran estimasi pendapatan tersebut, terdiri dari PAD Rp 62.654.060.593 atau meningkat 21,5 persen dari angka sebelum perubahan.
Pendapatan Transfer sebesar Rp 814.801.440.416 mengalami peningkatan sebesar 3,79 persen dari angka sebelum perubahan.
“Sedangkan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebelum perubahan dialokasikan sebesar Rp 2.274.539.200, angka tersebut sama dengan setelah perubahan APBD 2022,” tukasnya.
Kemudian lanjutnya, pada kelompok belanja, secara global mengalami peningkatan sebesar 1,74 persen atau Rp 15.038.912.506 dari angka belanja sebelum perubahan sebesar Rp 864.538.900.540.
Kelompok Belanja Operasi yang awalnya dialokasikan sebesar Rp 540.754.722.270, setelah perubahan meningkat sebesar 7,14 persen atau menjadi Rp 579.361.347.948.
Dalam kelompok operasi, item belanja Barang dan Jasa yang paling banyak mengalami peningkatan, yakni meningkat sebesar 18,88 persen dari angka sebelum perubahan sebesar Rp 194.675.126.427.
“Sedangkan item Belanja Pegawai sedikit mengalami peningkatan item sebesar 0,04 persen dari estimasi awal sebelum perubahan yakni Rp 334.962.296.877,” bebernya.
Lanjut dia, kelompok Belanja Modal sebelum perubahan dialokasikan sebesar Rp 114.232.141.849, setelah perubahan mengalami peningkatan sebesar 17,32 persen atau Rp 134.022.208.649.
Item belanja modal yang banyak mengalami peningkatan yakni Belanja Modal Peralatan dan Mesin yakni meningkat 60,84 persen dari estimasi awal yakni Rp 21.137.292.069. kemudian item belanja modal gedung dan bangunan sebelum perubahan sebesar 10,41 persen dari estimasi awal sebesar Rp 49.130.888.230.
“Untuk kelompok Belanja Tidak Terduga awalnya sebesar Rp 47.526.942.306, dilakukan penyesuaian menjadi Rp 4.435.919.349. Kemudian kelompok Belanja Transfer juga sedikit mengalami pengurangan sebesar 0,16 persen dari alokasi awal sebesar Rp 162.025.094.115,” ujarnya.
Untuk kebijakan Pembiayaan Daerah, khususnya penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Silpa sedikit mengalami penyesuaian dimana sebelum perubahan terpasang Rp 77.802.619.520, dan setelah perubahan menjadi Rp 51.946.220.731.
“Sedangkan pada pos Pengeluaran Pembiayaan, diestimasikan tetap yakni Rp 52.098.447.894, baik pada item penyertaan modal Rp 1.000.000.000, maupun Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo sebesar Rp 51.098.447.894,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kolaka Utara, Buhari saat ditemui usai Rapat Paripurna mengapresiasi upaya Pj Bupati Kolaka Utara untuk mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur Bandara, Smelter, dan juga infrastruktur pendukung lainnya, yakni hotel.
“Hari ini Pj Bupati masih di luar daerah tepatnya di Jakarta dan kita sangat mengapresiasi kerja maraton beliau untuk percepatan pembangunan Bandara, Smelter, dan juga hotel di Kolaka Utara. Kita berdoa semoga usaha beliau dimudahkan,” harapnya. (***)
Reporter : Andi Momang




