Parinringi Instruksikan Pembenahan Bendungan Rante Angin

0
506
Pj Bupati Kolut Andi Parinringi bersama anggota dewan beserta pejabat OPD usai meninjau kondisi Bendungan Rante Angin

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua — Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara Andi Parinringi kembali menelusuri kondisi sejumlah infrastruktur fisik. Salah satunya meninjau kerusakan Bendungan Rante Angin di Kecamatan Rante Angin.

Sebagaimana diketahui, bendungan tersebut sempat jebol dihantam banjir pada medio Januari 2021. Dampaknya produktivitas padi di wilayah itu menurun sejak Tahun 2020 lalu.

“Pengairan atau irigasi sawah ini sangat penting untuk meningkatkan produksi sektor pertanian khususnya produksi padi di wilayah Kecamatan Ranteangin,” katanya, Senin (26/9/2022)

Untuk itu dia menginstruksikan agar Dinas PUPR melakukan intervensi fisik dengan membuat saluran irigasi sehingga air dapat mengalir ke semua persawahan di wilayah tersebut.

“Inshaallah tahun ini melalui anggaran perubahan APBD akan kita intervensi, walaupun mungkin volumenya tidak terlalu besar, tapi minimal sudah dapat memenuhi harapkan masyarakat,” terangnya

Parinringi menegaskan, pembenahan secara total bendungan sulit dilakukan. Selain membutuhkan anggaran besar, infrastruktur bendungan menjadi rana kewenangan pemerintah pusat.

“Langkah awal pemerintah daerah yakni membuat irigasi sehingga area persawahan produktif seluas kurang lebih 200 – 300 hektare bisa teraliri secara maksimal. Ini upaya tersiernya saja,” tukasnya.

Pada kesempatan itu juga, Ketua percepatan investasi di Sulawesi Tenggara ini berkomunikasi langsung dengan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan guna menyerap aspirasi.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kolaka Utara, Mukramin menuturkan, tahun ini sesuai arahan Pj bupati pihaknya akan mengintervensi menggunakan anggaran APBD perubahan.

“Berdasarkan arahan kami akan melakukan tersiernya saja atau pembuatan saluran irigasi sederhana untuk mengairi persawahan masyarakat yang ada di kecamatan Ranteangin tersebut,” imbuhnya.

Sementara pembangunan bendungan, ujarnya, itu kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari bukan kewenangan kabupaten.

“Alokasi anggarannya sekitar Rp 200 juta, itu khusus irigasi,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Syair saat menyampaikan pandangan fraksinya beberapa pekan lalu meminta Pemerintah Daerah melalui rehabilitasi bendungan Ranteangin.

Menurutnya, rehabilitasi bendungan tersebut penting dikarenakan minimnya pasokan air yang mengairi sawah masyarakat menjadi pemicu menurunnya produktivitas petani padi sawah di wilayah tersebut.

“Sekedar gambaran para petani kita di Wilayah Selatan agak mengalami penurunan produksi padi yang drastis akibat minimnya pasokan air masuk dan mengairi persawahan para petani,” terangnya. (***)

Reporter : Andi Momang

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini