
MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Sebanyak 230 kepala keluarga (KK) di Desa Batuganda, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara, terisolasi setelah dua jembatan penghubung antar dusun ambruk diterjang arus deras pada Jumat malam (18/4).
Kondisi ini memaksa warga, terutama ibu-ibu, nekat menyeberang sungai menggunakan pohon tumbang sebagai jembatan darurat.
Beberapa ibu dari Dusun 3, 5, dan 6 terpaksa merangkak di atas batang pohon yang melintang di sungai demi membeli kebutuhan pokok.
“Kita tidak tahu jembatan tiba-tiba ambruk. Susah kalau begini, mau belanja harus nekat menyeberang,” ujar Suriani, salah seorang warga.
Dampak lain akibat putusnya jembatan akses yaitu anak-anak tidak bisa sekolah karena sebagian orang tua khawatir arus sungai membesar jika nekat menyeberang.
Warga juga mengalami keterbatasan logistik karena seluruh kebutuhan dasar harus dibeli di luar dusun. Parahnya lagi ada risiko kecelakaan akibat tidak ada akses aman untuk evakuasi darurat
Wakil Bupati Kolaka Utara Jumarding menyatakan sedang menunggu laporan dari Dinas PUPR dan BPBD untuk penanganan segera.
“Dana standby ada, tapi kami perlu evaluasi apakah bisa dibangun sementara atau langsung permanen,” katanya.
Ia mengakui masalah ini kerap terjadi dan membutuhkan solusi jangka panjang.
“Kami akan cari solusi terbaik agar tidak berulang,” tambahnya.
Dalam tiga pekan terakhir, Kolaka Utara telah kehilangan tiga jembatan vital yakni Desa Batuganda sebanyak dua jembatan ambruk, 230 KK terisolasi.
Lalu Desa Pasampang, Kec. Pakue Tengah ada satu jembatan putus, 115 KK terdampak.
Warga sekitar bencana berharap agar segera ada pembangunan jembatan darurat untuk akses sementara, percepatan perbaikan permanen dengan konstruksi tahan banjir dan penyediaan bantuan logistik selama isolasi. (***)
Reporter : Andi Momang



