
MCNEWSULTRA.ID, Lasusua — Penjabat Bupati Kolaka Utara, Parinringi meresmikan Cafe Coklat dan Gallery sebagai pusat oleh-oleh khas Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Wadah pusat belanja khas berbahan baku cokelat itu bagian dari upaya pengembangan produk hilir Kakao guna mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.
“Tempat ini akan menjadi pusat oleh-oleh khususnya yang berbahan baku coklat khas Kolaka Utara,” terangnya pada awak media, Kamis (4/5/2023).
Tidak hanya itu, letak Kabupaten Kolaka Utara yang secara geografis berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadikan daerah ini sebagai jalur perlintasan sehingga ke depan diharapkan Cafe Coklat dan Galery dapat menjadi race area.
Selain coklat khas Kolaka Utara, lanjutnya, tempat ini bakal menjadi pusat produk-produk khas Kolaka Utara hasil olahan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kolaka Utara.
“Bukan hanya coklat saja tapi beberapa produk ciri khas Kolaka Utara akan kita sajikan disini sehingga bisa jadi oleh-oleh,” jelasnya.
Kadis DPMPTSP Sulawesi Tenggara ini yakni sumber daya alam Kolaka Utara melimpah dapat menarik masyarakat luar masuk ke Kolaka Utara.
Diharapkan produk-produk yang dipasarkan di cafe coklat dan galeri dan jadikan oleh-oleh tidak hanya masyarakat setempat, tapi masyarakat luas Sulawesi (Jawa) dan tidak menutup kemungkinan luar negeri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kolaka Utara, Ismail Mustafa berharap, ke depan cafe coklat dan galery ini dapat menjadi pusat promosi dan produk olahan hasil perkebunan kakao hasil olahan UMKM, dan seluruh prodak kerajinan di Kabupaten Kolaka Utara.
“Salah satu Produk olahan kakao yang bisa dinikmati di tempat ini yakni olahan coklat milk, ada varian kandungan gulaya agak dominan coklat sedikit, kemudian medium, dark, sampai ketingkat dark (gulanya hampir tidak ada),” rincinya.
Ismail menuturkan, cafe coklat dan galery dikelola secara terbuka dan modern oleh PT Kolut Kakao Madani dengan sistem pembagian sahamnya yaitu 25 persen pemerintah daerah, 25 persen untuk tiga koperasi kakao yang ada di Kolaka Utara, dan 25 persennya untuk pengelola.
“Kita harapkan sebagai dari hasil usah ini dapat memberikan kontribusi PAD bagi Kabupaten Kolaka Kolaka,” tukasnya. (***)
Reporter : Andi Momang



