
MCNEWSULTRA, Andoolo – Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sangat dituntut bisa bekerja profesional, utamanya dalam menjaga integritas pelaksanaan pemilu maupun pilkada agar berjalan sesuai dengah azas aman, jujur dan adil.
“Tentu kesuksesan pemilu 2024 tak sepenuhnya harus dibebankan pada unsur penyelenggaran pemilu baik KPU maupun Bawaslu,” ungkap Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sultra Muhammad Nasir.
Penegasan itu diungkap dalam acara diskusi bertema Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi serta Informasi Publik Tahapan Pemilu 2024 yang digelar Bawaslu Konawe Selatan, Selasa (11/7/2023).
Menurut Nasir, masyarakat atau stakeholder juga memiliki tanggung jawab moril menjaga marwah pemilu agar tidak dinodai oleh oknum-oknum yang menginginkan pemilu berjalan sehat.
“Saat ini kita tahu bersama, salah satu instrumen yang mudah disusupi hoaks adalah sosial media baik itu facebook, instagram atau tiktok,” tandasnya.
Dalam kontestasi pemilu atau pilkada, kata dia, sosial media kerap dijadikan sebagai alat untuk mempengaruhi pilihan politik orang pada figur tertentu.
Negatifnya, sosmed juga bisa jadi sarana menyebar kebohongan guna menjatuhkan citra baik individu maupun kelompok orang. Bawaslu tentu butuh masyarakat ikut menjaga agar hoaks tidak berkembang luas.
“Di sinilah peran kehumasan dalam lembaga Bawaslu untuk tetap membuka diri di ruang publik, khususnya menginformasikan segala kegiatan dan merespon aspirasi atau opini yang berkembang di masyarakat,” tukasnya.
Sedangkan Ketua Bawaslu Konsel Hasni mengaku, menghadapi Pemilu 2024 ini tugas-tugas bawaslu makin kompleks baik dari sisi tenaga, waktu dan pikiran.
“Ada beberapa tahapan dalam Pemilu 2024 sudah berjalan dan mengharuskan fungsi pengawasan mulai bekerja dalam semua tahapan,” katanya.
Khusus wilayah Konsel, kata dia, saat ada 531 desa dan 25 kecamatan dengan cakupan wilayah yang sangat luas. Upaya memaksimal tugas memang tidak mudah karena keterbatasan jumlah personil.
“Dalam satu desa hanya ada satu orang dari unsur bawaslu. Adapun di kecamatan jumlahnya tiga orang. Meski keterbatasan kapasitas, kami berupaya tetap melaksanakan tugas semaksimal mungkin,” tuturnya. (***)
Reporter : Wawan



