Program Genre, Bina Remaja Peduli Stunting di Kolaka Utara

0
510
Para peserta kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Edukasi Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) di PIK Remaja dan BKR (kiri). Kepala Dinas PPKB Kolut Hasrayani (kanan)

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kolaka Utara terus mendorong kaum remaja sebagai basis motor gerakan peduli stunting. Cukup beragam pendekatan dilakukan agar remaja memiliki kepedulian terhadap stunting (gizi buruk).

Dasar itu DPPKB Kolut menggelar kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Edukasi Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) di PIK (Pusat Informasi dan Konseling) Remaja dan BKR (Bina Keluarga Remaja).

Kegiatan itu dihadiri peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA dengan menampilkan sejumlah narasumber dari BKKBN Perwakilan Sultra, DPPKB Kolut dan lainnya, Kamis (14/7/2022).

Kadis PPKB Kolut Hasrayani mengatakan, secara statistik Kolaka Utara memiliki populasi penduduk sebanyak 137,7 ribu jiwa. Dari angka itu penduduk usia remaja mencapai 37. 707 jiwa.

“Remaja memiliki permasalahan yang sangat kompleks dengan masa transisi yang dialami saat ini. Salah satu program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting yaitu pendekatan dari hulu dimulai dari remaja dan catin (Calon pengantin),” katanya.

Terkait itu, kata dia, pemerintah sudah menindaklanjuti dengan pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di desa terdiri atas kader IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan), kader PKK dan bidan desa.

Personil TPK itu memiliki peran penting dalam kegiatan pendampingan kalangan remaja di wilayah kerja masing-masing. Bila pendekatan remaja melalui basis keluarga berjalan optimal, maka sangat membantu upaya edukasi dan konseling terhadap remaja, khususnya soal pernikahan usia dini, informasi kesehatan reproduksi, pergaulan bebas dan sebagainya.

“Mewujudkan keluarga sehat, bahagia dan sejahtera adalah impian kita semua. Salah satu jalan mewujudkannya adalah dengan cara berencana, termasuk membina remaja melalui Program Generasi Berencana (Genre),” tuturnya.

Menurut dia, Program Genre menyasar dua pendekatan yaitu pendekatan langsung pada remaja melalui PIK Remaja dan pendekatan keluarga yang memiliki remaja melalui BKR. (***)

Reporter : Andi Momang

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini