Pasca Operasi Debridement, Santri Korban Bullying Masih Rawat Inap

0
469
dr Muh Andy Jaya

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Riski Malik (12), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islam Meeto, Desa Mattirobulu, Kecamatan Tiwu, Kolaka Utara, menjalani operasi debridement di RSUD Djafar Harun Lasusua pada, Jumat (18/4/2025).

Operasi pengangkatan jaringan kulit mati yang terinfeksi ini berlangsung selama satu jam untuk mempercepat penyembuhan luka bakar korban.

Menurut dr Andi Widiarsah, dokter spesialis bedah RSUD Djafar Harun, operasi debridement berfokus pada pengangkatan jaringan kulit mati di area perut agar luka cepat sembuh.

“Kondisi pasien pascaoperasi membaik, infus sudah diganti obat minum, dan nyeri berkurang,” jelasnya.

Dokter bedah lainnya, dr Muh Andy Jaya, menambahkan bahwa kondisi psikologis Riski juga lebih stabil dibanding saat pertama kali dirawat.

“Dia sudah banyak berkomunikasi dengan keluarga,” ujarnya.

Korban masih harus menjalani perawatan intensif selama kurang dari seminggu sebelum beralih ke rawat jalan dengan kontrol dua hari sekali.

“Luka bakar harus terus dipantau untuk mencegah infeksi, termasuk di tangan yang memerlukan terapi rehabilitasi medik,” imbau Andy.

Riski mengalami luka bakar 27% derajat 2A dan 2B di leher belakang, pinggang, tangan, perut, hingga pangkal paha. Kejadian ini merupakan hasil penganiayaan oleh dua temannya, H (12) dan AM (14), di luar kompleks ponpes pada Jumat (11/4).

Kedua pelaku, yang masih di bawah umur, saat ini dititipkan di rumah singgah tanpa penahanan. Berkas perkara sedang disiapkan untuk dilimpahkan ke kejaksaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara berdasarkan Pasal 80 Ayat 2 UU Perlindungan Anak. (***)

Reporter : Andi Momang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini