Reses Serentak Anggota DPRD Sultra : Polanya Partisipatif, Isunya variatif

0
602
Ketua DPRD Sultra H Abdurrahman Shaleh menggelar reses di Kompleks BTN Mekar Asri, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Watubangga, Kota Kendari

MCNEWSULTRA, Kendari – Bulan ini seluruh anggota DPRD Sultra sudah memasuki reses masa sidang Tahun 2021-2022. Kebutuhan reses itu tujuannya menjaring aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti dalam Pembahasan APBD 2023.

Menariknya, kegiatan reses kali ini relatif sedikit kreatif dari sisi pendekatan. Bila dulu anggota dewan kerap menggunakan pola kelas dalam reses, maka sekarang sebagian cenderung menciptakan suasana yang lebih terbuka dan tidak kaku.

Salah satunya dikembangkan oleh Ketua DPRD Sultra H Abdurrahman Shaleh (ARS). Kegiatan reses di tiga titik tidak sepenuhnya menggunakan pola kelas, tetapi mencoba menghilangkan adanya sekat sehingga kesannya kaku.

“Saya memanfaatkan ruang outdoor (luar), itu sebagian yah lokasinya, tidak semua. Maksudnya kan sering kita gunakan ruang-ruang indoor semisal di aula rapat atau pertemuan kelurahan atau kecamatan. Nah, sekat ini saya coba batasi saja,” tuturnya usai reses di Kecamatan Kendari Barat, Selasa (2/2/2022).

Makanya, kata Ketua DPW PAN Sultra, dirinya memilih lokasi berbukit dan sebagian lagi menggunakan halaman rumah warga. Meski partisipan tetap disediakan kursi, namun tidak mesti teratur sedemikian rupa.

Menyoal keluhan kebutuhan masyarakat, diakui temanya masih tetap seputar kebutuhan infrastruktur sesuai kebutuhan daerah perkotaan.

“Usulan kita tampung dulu karena memang ini kebutuhan program tahun depan, bukan tahun ini. Kita punya anggaran sebenarnya cukup signifikan, hanya saja kebutuhannya juga lumayan besar,” tegasnya.

Sementara itu Hj Nurlin Surunuddin memilih reses di Desa Langgea, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Minggu (30/1/2022).

Politisi Partai Golkar Hj Nurlin Surunuddin ketika gelar reses di Desa Langgea, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan

Politisi Partai Golkar itu mengaku reses kali ini lebih fokus pada kebutuhan untuk kegiatan sosial keagamaan.

“Jadi fokus saya itu pembangunan rumah ibadah dan kebutuhannya. Termasuk pula untuk menunjang kebutuhan ibu-ibu majelis taklim. Selebihnya informasi kebutuhan pembenahan infrastruktur juga ada,” tuturnya.

Selain menjadi anggota Dewan Sultra, dirinya pun kini masih menjabat sebagai Ketua TP PKK Konawe Selatan sehingga memudahkan usulan masyarakat Desa Langgea bisa direalisasikan.

Begitu pula kegiatan reses yang digelar Nurhayati, Politisi Partai Nasdem menetapkan lokasi pertama reses di Desa Watalara, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka.. Partisipannya terdiri dari masyarakat dan kelompok tani.

Anggota DPRD Sultra, Nurhayati (kedua dari kanan) saat reses di Desa Watalara, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka.

Di lokasi itu para kelompok tani, katanya, mengusulkan agar pemerintah provinsi memberikan perhatian pada petani utamanya kebutuhan subsidi pupuk dan obat-obatan.

“Kami juga akan fokus melakukan pengawasan pada penyaluran pupuk dan obat-obatan guna memastikan itu aman dan tepat sasaran, termasuk pula kondisi harga,” katanya. (adv)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini