Prestasi Masih Gacor di Tengah Pandemi

0
389
Populasi kaum milenial saat ini sudah mencapai 40 persen. Wali Kota Kendari berupaya kaum milenial mesti didorong pengembangan wirausaha agar tidak terjadi fenomena munculnya useless generation di masa mendatang

Perjalanan Sulkarnain Kadir memimpin Kota Kendari tak seutuhnya mulus. Berkisar setahun menerima mandat sebagai wali kota definitif, muncul perintang besar yaitu Pandemi Covid 19.

Nyaris seluruh target kerja pembangunan terusik. Kebijakan pembangunan Kota Kendari dihadang dua pilihan sulit, antara mengatasi wabah atau menstabilkan kondisi perekonomian.

Masyarakat butuh ruang terbuka untuk tetap menggelar aktivitas usahanya. Namun di sisi lain wabah menuntut kewajiban pembatasan interaksi orang guna menekan penyebaran Covid 19.

Meski tergolong pemimpin muda, Sulkarnain berhasil membuktikan bahwa bencana wabah justru mengasah kematangannya dalam memimpin kota. Deretan prestasi pun masih bisa diraih.

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Kisah pilu Pandemi Covid 19 belum sepenuhnya bisa dilupakan. Utamanya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Kendari.

Menghadapi dampak Pandemi Covid-19, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir memberikan prioritas dukungan terhadap UMKM dengan memaksimalkan kapasitas APBD kota yang terbatas

Sebelum pandemi di Tahun 2018 jumlah UMKM di Kota Kendari berkisar 13.446. Lalu pada Tahun 2020 meningkat drastis menjadi 41. 997.

Namun begitu pandemi mengguncang sektor tersebut, tercatat ada 60 persen pelaku usaha terpaksa gulung tikar dengan beragam kasus.

Mulai dari penurunan nilai penjualan, keterbatasan pasokan bahan baku, terjerat pinjaman bank dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan.

Menurut data Tahun 2020, ada sekira 11.280 UMKM di Kota Kendari berupaya bangkit lagi, salah satunya mendaftarkan diri sebagai penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2020.

Nominal bantuan sebesar Rp 2,4 juta dan hanya sekali menerima. Tahun 2021 turun menjadi Rp 1,2 juta saja.

Menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah, Wali Kota Kendari menempuh kebijakan pemulihan secara bertahap pada pelaku UMKM baik melalui pemberian dukungan permodalan, mentorship dan sebagainya.

Kepemimpinan wali kota Sulkarnain kala itu tentu memasuki masa-masa sulit. Nasib UMKM mesti diprioritaskan karena sektor itu cukup dominan berkontribusi pada PDRB kota, termasuk pula berperan menekan angka pengangguran yang cukup tinggi.

Di sisi lain, dia pun harus menjaga masyarakat kota dari penyebaran Covid 19. Pemkot berupaya menjamin masyarakat bisa beraktivitas tetapi juga tetap aman dari wabah. Tahun 2020 Kota Kendari menjadi daerah tertinggi positif rate Covid-19 di Sultra.

Jurus Strategis

Pertumbuhan ekonomi secara nasional posisinya tidak sedang baik-baiknya. Itu saat puncak pandemi, bahkan Kota Kendari sendiri sempat mengalami kontraksi pertumbuhan hingga 1,3 persen.

“Situasi ini memberikan optimisme bagi kita untuk bisa segera bangkit, dan hal ini sangat positif jika dibandingkan dengan berbagai daerah di Indonesia yang belum bisa keluar dari tekanan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi covid-19,” ungkap Wali Kota Sulkarnain Kadir beberapa waktu lalu.

Diungkapkan, selain ekonomi yang bertumbuh, kondisi ekonomi makro lainnya menunjukkan tren positif, seperti laju indeks harga konsumen IHK/inflasi di tahun 2020 tercatat sebesar 3,22 persen menurun di tahun 2021 menjadi hanya 3,05 persen.

Namun data Bank Indonesia menyebutkan, Kota Kendari menyumbang 2,16 persen terhadap inflasi Sulawesi Tenggara di Tahun 2021.

Menurutnya, pemerintah kota tak berhenti mengkaji maupun menelaah langkah strategis penyelamatan ribuan pelaku UMKM agar mampu kembali memenuhi hajat sendiri maupun masyarakat.

“Tugas pemerintah dalam mendukung UMKM selain menyediakan perizinan yang mudah, juga membuka akses untuk permodalan, serta menghadirkan atmosfir bisnis yang sehat agar dapat menciptakan perluasan market bagi pelaku usaha, ” ucapnya.

“Perhatian terhadap UMKM kami tidak sebatas memotivasi saja, tetapi juga memberikan pendampingan khusus dalam Program Mentorship UMKM yang sudah mendapat sertifikat dari Badan Sertifikasi Nasional Profesi,” imbunya.

Pemulihan ekonomi daerah di Kota Kendari tak selalu soal modal, tetapi bagaimana mengubah mindset berpikir pelaku UMKM dalam melakukan transformasi usaha.

Berbagai upaya sudah lakukan pemerintah kota, secara statistik menunjukkan ada perbaikan maupun pemulihan sebagai dampak dari berbagai pendekatan yang digagas Wali Kota Sulkarnain Kadir.

Diantaranya, pertumbuhan ekonomi Kota Kendari Tahun 2021 mencapai 3,86 persen. Capaian itu relatif masih di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 3,69 persen.

Pemerintah kota pun tidak berpuas diri, berbagai langkah pemulihan terus dilakukan agar pertumbuhan ekonomi bisa terus naik. Caranya, mendorong peningkatan sektor konsumsi masyarakat, khususnya kalangan kelas menengah.

Pada 2020, Pemkot Kendari menyalurkan bansos berupa paket sembako sekira 32.941 paket, bantuan langsung uang tunai sekira Rp.300 ribu kepada 3.639 karyawan dan 3.786 pelaku UKM terdampak covid-19 dan bantuan permodalan sebesar Rp 1 juta kepada sekira 500 UKM.

Kepedulian Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir terhadap masyarakat pelaku UMKM

Pemkot Kendari juga mengikutsertakan 5.023 warga kurang mampu dalam program JKN-KIS, sehingga total saat mencapai sekira 82 ribu orang.

Selain itu Wali Kota Sulkarnain mengupayakan agar struktur APBD mengarah pada Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan meningkatkan pencapaian maksimal program vaksinasi nasional.

Statistik paling epic adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari berada di empat besar nasional dengan capaian 84,90 persen di Indonesia. Posisi di atas ada Kota Yogyakarta, Banda Aceh dan Jakarta Selatan. (***)

Laporan : Juhartawan

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini