
MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Kendari melaksanakan pelatihan literasi kecerdasan artifisial (AI) bagi 50 penyuluh agama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program AI Ready ASEAN Batch 2 yang berlangsung di 10 negara anggota ASEAN.
Pelatihan secara luring di Aula Kanwil Kemenag Sultra ini bertujuan membekali penyuluh agama dengan pemahaman untuk memanfaatkan teknologi AI secara etis, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi keagamaan kepada masyarakat.
Koordinator Wilayah Mafindo Kendari, Marsia Sumule, menyatakan pelatihan ini dirancang sebagai ruang belajar strategis untuk meningkatkan kapasitas literasi digital para penyuluh.
“Kami ingin para penyuluh agama mampu memanfaatkan teknologi AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Marsia menuturkan, materi pelatihan mencakup pengenalan dasar AI, pemanfaatan dan implementasi AI, etika AI, privasi dan keamanan data, serta metode pengajaran tentang AI.
“Peserta juga mendapatkan akses ke Learning Management System (LMS) Mafindo untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan,” tuturnya.
Program AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan kemitraan ASEAN Foundation dan Google.org, dengan target lebih dari 5,5 juta penerima manfaat di seluruh ASEAN.
“Di Indonesia, Mafindo menjadi salah satu Learning Implementation Partner (LIP) yang ditunjuk untuk menjalankan program ini,” tandas Marsia.
Melalui kolaborasi ini, lanjutnya, Kanwil Kemenag Sultra dan Mafindo Kendari berharap para penyuluh agama tidak hanya memahami teknologi AI, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital yang mendorong penggunaan AI secara bijak, aman, dan kontekstual di tengah masyarakat Sultra. (M1)



