MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara bakal melakukan penyegaran kepengurusan. Salah satunya akan memilih ketua dan pengurus baru Periode 2021-2026. Sedangkan Musprov ke VII Kadin Sultra akan berlangsung pada tangal 11-13 bulan Januari 2021.
Sudah mencuat tiga nama calon kandidat yang siap maju suksesi Ketua Kadin Sultra. Mereka adalah Anton Timbang owner PT Masempo Dalle, Haris Andi Surahman yang juga pimpinan PT Alga Prima Karya dan Muhammad Fajar Hasan yang akhir-akhir ini dikenal sosok yang berkiprah pada usaha pertambangan.
“Saya memutuskan maju dalam bursa Ketua Kadin Sultra sudah dengan berbagai pertimbangan matang dan serius. Paling urgen saya kira bagaimana mengembalikan marwah Kadin sebagai induk organisasi usaha di Sultra,” ungkap Muhammad Fajar Hasan, Minggu (20/12/2020).
Menurutnya, Kadin dibentuk melalui Undang-undang Nomor 1 Tahun 1987. Sejarah dan ikhtiar pembentukannya adalah untuk menjembatani kepentingan pengusaha Indonesia dan pengusaha asing dengan pemerintah Indonesia. Secara organisasi Kadin merupakan wadah pengusaha dan inkubator bisnis.
“Bicara pemerintah, pengusaha dan masyarakat lokal itu ibarat sebuah mata rantai yang harus terjaga hubungannya. Nah Kadin memiliki peran sentral atau pemain utama menguatkan konektivitas tersebut,” jelas Ketua Harian Jaringan Indonesia Korwil Sultra itu.
Merunut data resmi, kata dia, arus modal ke Sultra baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Nasional (PMN) menunjukkan angka cukup fantastis. Hingga hitungan triwulan III 2020 ini saja sudah menyentuh nilai Rp 17,53 triliun.
“Angka investasi PMAnya lumayan besar sekitar Rp 4,98 triliun, belum yang skala permodalan dalam negeri jumlahnya triliun itu. Sultra ini memang salah satu daerah fokus investasi di Kawasan Timur Indonesia,” terangnya.
Tingginya angka investasi tersebut, maka mantan Ketua MPM UHO Kendari itu ingin menekankan agar posisi Kadin memastikan investasi tersebut berwatak lokalisme atau memihak kepentingan daerah.
“Itu sebabnya, pengusaha kita tidak boleh menjaga jarak, harus aktif dan menjadi bagian atau inner circle investasi, tentu saja dengan kepentingan ideologis mempercepat pembangunan ekonomi Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
Ditegaskan pula, untuk merespons dinamika dunia usaha yang begitu cepat, maka Kadin Sultra harus lebih progresif dan adaptasi dengan kemajuan teknologi informasi. Salah satu pendekatannya adalah penguatan layanan informasi data berbasis digitalisasi.
Selain itu Kadin mampu membangun mutual strategis antara pengusaha dan dunia perbankan, serta menempatkan sektor UMKM menjadi link sektor atau terkoneksi dengn investasi.
“Kadin kedepan harus secara reguler berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kadin sendiri betul-betul menposisikan diri sebagai lumbung informasi usaha dan mitra staregis pemerintah,” tukasnya.
Ia mencontohkan, pada tingkat tertentu, idealnya setiap kunjungan kepala daerah ke luar negeri, wajib mengikutsertakan perwakilan Kadin selaku organisasi penting dunia usaha, karena secara kelembagaan berjejaring dengan Kadin di seluruh dunia.
“Bersama-sama pemerintah daerah mempromosikan potensi investasi di daerah. Misalnya Presiden Jokowi ketika menghadiri Forum Ekonomi Multilateral pasti menyertakan perwakilan Kadin Pusat,” pungkasnya. (***)
Reporter : Juhartawan




