MAFINDO Kendari Gelar Kelas AI untuk Guru

0
462
Suasana penyelenggaraan Kelas Kecerdasan Artifisial (AI Goes to School), kerja sama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia dan Kantor Kemenag Kota Kendari di MTS Negeri I Kendari

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kendari berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Kendari menyelenggarakan “Kelas Kecerdasan Artifisial (AI Goes to School)” di Laboratorium Komputer MTsN 1 Kendari, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan yang diikuti 78 guru ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan pemahaman teknologi kecerdasan artifisial di kalangan pendidik.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Kendari, Nasir Sahbudin, yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif program tersebut.

“Kesiapan digital tenaga pendidik menjadi kunci dalam menghadapi tantangan informasi dan misinformasi di era teknologi. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan guru masa kini,” tuturnya.

Tingginya partisipasi mencapai 78 peserta, kata dia, menunjukkan besarnya minat tenaga pendidik dalam mengembangkan kompetensi digital untuk mendukung pembelajaran yang adaptif dan relevan.

Koordinator Wilayah MAFINDO Kendari, Marsia Sumule G, menekankan peran strategis guru dalam transformasi digital.

“Guru adalah garda terdepan dalam pendidikan. Pemahaman dasar-dasar kecerdasan artifisial memungkinkan mereka tidak hanya mengoptimalkan teknologi, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis dalam menerima informasi,” jelasnya.

Kelas ini menghadirkan dua trainer utama, Fadli Ansar dan Ricky Ramadhan Rasyid, yang menyampaikan materi seputar pengenalan AI, penerapan dalam kehidupan sehari-hari, serta strategi menangkal misinformasi berbasis teknologi digital.

Penanggung Jawab Kegiatan, Deprianus Sarlis, mengungkapkan respons positif sejak tahap pendaftaran.

“Antusiasme peserta luar biasa. Banyak guru yang ingin memahami cara kerja AI dan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran. Kami berharap ini menjadi wadah penguatan kapasitas yang berkelanjutan,” ungkap Dosen FISIP UHO Kendari itu.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami cara kerja AI, praktik sederhana penggunaan teknologi, serta dampaknya terhadap dunia pendidikan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen MAFINDO untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap hoaks dan meningkatkan kemampuan kritis generasi muda serta pendidik dalam menghadapi informasi digital. (M1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini