
MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari terus menggencarkan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kota.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, mewakili Wali Kota Kendari, ini merupakan bagian dari Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2025 untuk menyatukan langkah seluruh sektor dalam menekan prevalensi stunting.
Dalam sambutannya, Nismawati menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak, melainkan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Stunting berdampak panjang pada pendidikan, produktivitas, dan daya saing bangsa,” ujarnya.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka stunting di Kota Kendari mencapai 25,7 persen, sementara Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat 20%.
Pemerintah menargetkan penurunan hingga 18,8 persen pada 2025, mendekati target nasional 14 persen.
Nismawati memaparkan upaya konkret Pemkot Kendari, seperti Intervensi spesifik berupa pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta peningkatan layanan kesehatan di puskesmas dan posyandu.
Lalu Intervensi sensitif yakni penyediaan air bersih, sanitasi layak, dan edukasi keluarga dan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting) mencakup Kolaborasi masyarakat untuk pendampingan keluarga risiko stunting.
Meski ada penurunan berdasarkan SSGI 2024, Nismawati menekankan perlunya evaluasi kinerja tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan koordinasi lintas sektor yang lebih solid.

“Pendekatan whole of government dan whole of society harus diperkuat,” tegasnya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Jahudding, menyebut 1.018 keluarga teridentifikasi berisiko stunting berdasarkan enam indikator, termasuk akses sanitasi dan kondisi “4 terlalu” (terlalu muda/tua hamil, terlalu banyak anak, dan jarak kehamilan rapat).
“Melalui GENTING, kami ajak masyarakat mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga rentan,” jelas Jahudding. Ia mengapresiasi penurunan angka stunting tetapi mengingatkan agar semua pihak tidak berpuas diri.
Pemkot Kendari berkomitmen mempercepat penurunan stunting dengan kolaborasi aktif camat, lurah, kader, dan media. Target 14 persen pada 2025 diharapkan tercapai melalui sinergi program dan pemanfaatan data secara presisi.
“Hanya dengan gotong royong, upaya ini akan berkelanjutan dan berdampak nyata,” tutur Jahudding. (***)
Reporter : sawar



