
MCNEWSULTRA.ID, Kendari – The Halu Oleo Institute (THI) sudah merilis hasil quick count atau penghitungan cepat dalam Pemilu dan Pilpres 2024 Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara. Hasilnya cukup banyak kejutan dalam peta persaingan pemilu.
Direktur Eksekutif THI Naslim Sarlito Alimin menyebut, hasil quick count untuk pemilihan legislator senayan memprediksi Partai Nasdem akan meraup persentase sekira 14,57 persen suara di posisi pertama.
Menyusul Partai Gerindra (14,48) , PDIP (12,84), Partai Demokrat (11,0), PKB (10,98) dan Partai Golkar (10,12). Sedangkan parpol petahana yaitu PAN hanya meraup 7,89 persen suara.
“Data masuk itu ada 77,15 persen. Prediksi figur yang lolos ke senayan itu dari angka capaian bukan persentase antar mereka, tetapi kontribusi suara yang diberikan di partai masing-masing,” ungkapnya, Kamis (15/2/2024).
Dari rilis, ada kejutan yaitu incumben legislator Hugua kemungkinan posisinya tergeser oleh Ahmad Safei dengan capaian kontribusi 38,82 persen suara.
Lalu pendatang baru adalah Ketua DPW PKB Sultra Jaelani yang memiliki 77,67 suara di partainya. Adapun empat incumben yaitu Tina Nur Alam, Bahtra, Rusda Mahmud dan Ridwan Bae diprediksi masih bertahan.
“Yang ingin kami sampaikan, ini perkiraan berdasarkan hasil quick count, bukan menggambarkan kepastian hasil,” tegasnya.
Begitu pula untuk pemilihan legislator Provinsi Sultra di Dapil I Kota Kendari, kemungkinan terjadi dua kejutan yaitu wajah baru dan partai baru. Pendatang baru adalah Hj Gunartin yang meraih kontribusi 51,04 suara di PDIP.
Mantan Anggota DPRD Kota Kendari bergeser posisi petahana Saleha Sanusi. Kejutan di partai politik adalah tampilnya Partai Demokrat dan PPP yang menggeser posisi PAN dan Partai Gerindra.
“Untuk Partai Demokrat ada Hj Isyatin Syam dan Abdul Rasak dari PPP. Keduanya memiliki kontribusi besar suara di internal partai,” kata Naslim.
Menurut dia, ada perbedaan Pemilu 2019 dan 2024. Bagi THI, proses pengumpulan data tahun ini agak lama masuk dibanding pemilu sebelumnya. Penambahan TPS seharusnya mempersingkat waktu penghitungan.
“Namun hingga data (Quick count) ini diumumkan, masih berlangsung penghitungan di TPS. Kenapa diumumkan karena ini quick count,” tandasnya.
Naslim juga tidak menampik, masih akan terjadi kemungkinan perubahan suara berdasarkan data suara yang masuk. (***)
Reporter : Joehartawan



