
MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Meningkatnya kehadiran Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) semisal, Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) jelang lebaran menjadi fenomena klasik yang sering ditemui di kota besar, tak terkecuali Kota Kendari.
Menyikapi itu, Wali Kota Sulkarnain Kadir mengaku, telah membentuk tim gabungan dari beberapa instansi terkait Pemerintah Kota dan Polresta Kendari.
Ketua ISSI Sultra itu mengungkapkan, berdasar deteksi pihaknya, pengemis yang ada bukanlah dari Kota Kendari. Mayoritas berasal dari pelosok yang berada di perbatasan Kabupaten Konawe hingga Konawe Selatan.
“80-90 persen pengemis adalah eksodus dari luar Kota Kendari. Ini yang sementara kita terus lacak kalau ada oknum yang memanfaatkan mereka,” ungkap Wali Kota Sulkarnain usai acara buka puasa bersama, di Rujab Wali kota, Senin (25/4/2022).
Selain membentuk tim gabungan, Ketua Kwarcab Kota itu juga mengajak masyarakat Kota Kendari untuk tidak menyumbang uang kepada pengemis di pinggir jalan.
Karena jika itu dilakukan, lanjutnya, maka sama saja masyarakat membantu menyuburkan praktek-praktek pengemis di tengah protes. Terlebih inikan bukan sesuatu yang natural.
“Karena masyarakat Kota Kendari baik hati, jadi semakin meningkat pengemisnya. Untuk itu, saya mengimbau untuk tidak menyumbang di pinggir jalan. Kalau mau menyumbang kan ada lembaga yang resmi semisal, panti asuhan atau rumah-rumah tahfidz,” harapnya. (**)
Reporter : Juhartawan



