Genjot Daya Saing Pertanian, Gapoktan Kota Dibekali Sarpras

0
381
Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir SE ME memegang buah salak hasil panen Kelompok Tani Tunas Baru Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia, Jumat (28/1/2022).

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Wali Kota Sulkarnain Kadir terus berkomitmen dan berupaya untuk terus meningkatkan ketahanan pangan di wilayahnya. Ia paham salah satu faktor penting mewujudkan itu dengan terus memberi dukungan sarana dan prasarana (sarpras).

Bertempat di Kelompok Tani Tunas Baru Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia, Jumat (28/1/2022), Sulkarnain Kadir menyerahkan bantuan sarpras pertanian pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Samaendre dari Kecamatan Baruga.

Bantuan tersebut diantaranya, benih padi, alat penjahit karung, karung kemasan merk Owoha dan mesin press karung.

Di moment itu pula, Pemkot Kendari juga menyerahkan sertifikat pada sejumlah petani di Kota Kendari plus dirangkaikan dengan panen buah salak hasil Kelompok Tani Tunas Baru.

Sedangkan sertifikat diberikan pada sejumlah kelompok tani berdasarkan tingkatkan, setelah melalui tahapan penilaian dari Dinas Pertanian Kota Kendari.

Diwawancarai usai kegiatan, Sulkarnain Kadir berharap, ke depannya hasil produksi pertanian Kota Kendari harus punya keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daerah lain.

Sebab, lanjutnya, jika Kota Kendari bersaing dari segi kuantitas, bakalan kalah karena luasan lahan pertanian terbatas.

“Karena situasi tersebut, potensi pertanian harus mempunyai keunggulan, tidak bisa mengandalkan kuantitas yang masih sangat kecil, tapi juga harus bermanfaat dan punya nilai tambah serta keunggulan,” ujarnya.

Ketua ISSI Sultra itu mencontohkan, bagaimana Kota Kendari saat ini telah memiliki beras organik merk Owoha, yang tidak dimiliki daerah lain.

“Saya sendiri sudah menggunakan beras owoha selama satu tahun terakhir dan ASN diprioritaskan menggunakan beras owoha karena kualitasnya tidak diragukan dan dapat diadu dengan daerah lain,” ucapnya.

Ia pun berharap, hasil pertanian Kota Kendari bisa dikembangkan menjadi industri, sehingga bisa memiliki nilai lebih untuk kesejahteraan petani.

“Kita berharap potensi seperti ini mendapat pendampingan lebih sehingga hasil pertanian kita bisa diorientasikan ke skala industri. Jangan hanya langsung kepasar untuk dijual, tapi dibuat menjadi olahan lainnya, semisal kripik atau semacamnya. Karena nilai ekonominya pasti akan lebih tinggi dan dapat dirasakan petani,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Siti Ganef menjelaskan, Kota Kendari mempunyai lahan pertanian sekira 11.780 hektare yang terdiri dari lahan sawah, kebun, padang penggembalaan dan pekarangan.

Dari potensi pertanian yang ada, terdapat 430 kelompok tani, 58 Gapoktan serta 5.184 anggota kelompok tani.

Ganef menambahkan, bantuan yang diberikan pada Gapoktan Samaendre ini, merupakan bantuan Dinas Pertanian yang bersumber dari dana APBD tahun 2021.

“Ada juga penyerahan benih Inpari 32, Inpari 33, Cierang dan Mekongga serta Cisadane” rincinya. (**)

Reporter : Juhartawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini