
MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – DPRD Kolaka Utara mendesak agar peningkatan jalan penghubung 4 desa di Kolut diprioritaskan pada Tahun Anggaran 2025. Keempat desa itu adalah Desa Pasampang, Powalaa, Labipi dan Lanipa.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saat rapat pembahasan program kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolaka Utara dalam ruangan rapat Komisi III, Rabu (31/7/2024).
Ketua Komisi III DPRD, Mustamrin Saleh mengungkapkan, ada kekhawatiran Dinas PUPR jika Dana Inpres yang sebelumnya dijanjikan Pemerintah Pusat untuk peningkatan beberapa ruas jalan di Kabupaten Kolaka Utara tidak kucur tahun ini.
“Ada kekhawatiran dana tersebut (Inpres.red) tidak kucur tahun ini,” terangnya, Jum’at (2/8/2024).
Mengantisipasi hal itu, lanjutnya, Komisi III DPRD Kolaka Utara meminta instansi terkait memasukkan Dana Alokasi Umum (DAK) tahun 2025 untuk peningkatan (aspal) jalan Pasampang-Powalaa-Labipi-Lanipa dengan anggaran kurang lebih Rp 20 miliar.
“Ini urgen bagi masyarakat setempat, mengingat akses jalan di wilayah tersebut selama ini belum pernah tersentuh. Sehingga kita prioritaskan tahun 2025 melalui DAK jika Dana Inpres tidak terealisasi tahun ini,” ujarnya.
Kadis PUPR Kolaka Utara, Mukramin mengaku telah mengusulkan biaya perbaikan jalan tersebut melalui dana Inpres. Selian itu, ia juga terus melakukan aksistensi-aksistensi agar anggarannya segera terealisasi. Hanya saja realisasi anggaran belum dapat dipastikan.
“Informasi A1 yang kami peroleh untuk pengusulan pembenahan jalan baru jalan provinsi yakni jalur Desa Loka, Kecamatan Porehu,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kolaka Utara, Syahrul menuturkan, ruas jalan yang masuk usulan pengerjaan (aspal) tahun ini menggunakan Dana Inpres antara lain, ruas Jalan Desa Pasampang-Labipi, Desa Powala hingga Pasampang-Teposua dengan anggaran mencapai Rp 26,36 miliar.
“Selanjutnya, ruas Jalan Desa Pakue-Lanipa dan Desa Latali-Teposua senilai Rp 22,55 miliar,” rincinya.
Ruas jalan lainnya yang juga bakal dibenahi, yakni ruas Desa Mataleuno-Pakue senilai Rp 18,72 miliar. Selain itu, ruas Jalan Desa Rante Limbong-Pitulua turut dibenahi dengan anggaran sebesar Rp 35 miliar.
Total keseluruhan pengerjaan jalan khusus wilayah Pakuan Tengah dan Utara mencapai Rp 67.634.000.000, sumber anggaran dari dana Inpres.
“Itu di luar dana peningkatan Jalan Rante Limbong-Pitulua,” tukasnya. (***)
Reporter : Andi Momang



