Target Wali Kota Kendari, Satu Kelurahan, Satu Bank Sampah

0
460
Lauching Bank Sampah Merah Putih di Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari meluncurkan Bank Sampah Merah Putih di Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Sabtu (6/12/2025), sebagai langkah strategis menekan volume sampah rumah tangga yang berakhir di TPA Puuwatu.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota Sudirman, Sekda, jajaran asisten, serta seluruh camat dan lurah se-Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Siska menetapkan target tegas setiap kelurahan wajib memiliki minimal satu bank sampah.

“Minggu depan, 65 kelurahan wajib memiliki satu bank sampah. Ini menjadi atensi kita semua agar upaya pengurangan sampah berjalan merata,” tegasnya di hadapan para lurah dan camat.

Ia menjelaskan, program ini mengandalkan partisipasi aktif masyarakat dengan menerapkan pemilahan sampah dari rumah menggunakan tiga kategori warna kantong yaitu merah untuk plastik/kaleng, putih untuk kertas/kardus, dan hitam untuk sampah residu.

“Mulai akhir tahun ini, kita semua sudah harus menjalankan pemilahan sampah dari rumah. Dengan begitu, sampah tidak langsung menumpuk di TPA, tetapi bisa diolah dan dimanfaatkan kembali,” jelasnya.

Selain mengurangi timbunan di TPA, program ini dirancang untuk menciptakan ekonomi sirkular.

Warga dapat menabung sampah yang telah dipilah dan nantinya menukarkannya dengan uang melalui sistem tabungan digital.

“Masyarakat nanti akan memiliki buku tabungan sampah. Ke depan, kita bekerja sama dengan perbankan agar sistemnya terintegrasi digital. Tinggal buka handphone, sudah bisa lihat saldo dari hasil sampah,” ujar Wali Kota.

Lurah Wundumbatu, Jeriyanto, melaporkan bahwa mekanisme bank sampah di wilayahnya telah berjalan sejak pekan lalu melalui ‘pasar sampah’ setiap Sabtu.

“Senin sampai Jumat warga mengumpulkan sampah plastik di rumah, lalu hari Sabtu dibawa ke bank sampah. Harganya bervariasi sesuai jenis dan sudah ditempel di papan informasi,” ungkap Jeriyanto.

Ia mengakui awalnya ada penolakan dari warga yang belum paham konsepnya, namun setelah sosialisasi, antusiasme justru tinggi.

“Dengan adanya bank sampah, masyarakat bisa teredukasi untuk memilah sampah dari rumah. Ini juga membantu mengurangi beban pemerintah,” tambahnya.

Saat ini bank sampah hanya menerima sampah kering seperti plastik, kardus, dan logam. Untuk sampah basah, rencana pengelolaannya telah disiapkan Pemkot dan akan mulai diimplementasikan tahun depan.

Sebelas kelurahan telah ditetapkan sebagai pilot project, namun wali Kota menegaskan bahwa program ini akan segera diwajibkan bagi seluruh kelurahan.

Peluncuran di Wundumbatu diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di seluruh wilayah Kota Kendari. (M2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini