Prevalensi Stunting Kota Potensi Bisa Capai 15 Persen

0
601
Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir SE ME saat Konferensi Pers dalam rangka Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) tahun 2021-2024 Provinsi Sulawesi Tenggara. (FOTO: Humas Kota Kendari)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyebut, Prevalensi stunting di kota tahun ini bisa turun dari 24 menjadi 20 persen. Bahkan Tahun 2023 diproyeksi berkurang hingga 15 persen.

Hal itu diungkapkannya, saat Konferensi Pers dalam rangka Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) tahun 2021-2024 Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di salah satu hotel Kendari, Jumat (25/3).

Sulkarnain menyarankan, agar percepatan penurunan angka stunting atau kondisi gagal tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi bisa segera terimplementasi.

Keterlibatan dari semua pihak, otomatis akan menyingkronkan program-program dari stakeholder yang diyakininya akan berdampak pada percepatan penanganan penurunan stunting di Sultra.

Meski dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara angka stunting Kota Kendari terendah, Ketua ISSI Sultra itu tetap akan terus menerima bimbingan dan support dari Pemprov Sultra guna menurunkan stunting.

“Menurunkan angka stunting butuh kolaborasi semua pihak. Kunci utama yang diperlukan adalah perhatian dan komitmen serta kebijakan di daerah masing masing mendukung penurunan angka stunting,” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Sultra Lukman Abu nawas, Bupati Muna, Wakil Bupati Buton, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari dan Kepala Bappeda Kota Kendari. (**)

Reporter : Juhartawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini