Kiat Sulkarnain Kadir Wujudkan Kota Layak Huni

0
391
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir

Kota Layak Huni (The Livable City) menjadi salah satu misi pencapaian Kota Kendari. Mengukur hasilnya bukan secara kuantitatif, tetapi lebih ke bersifat kualitatif, kata para urban planner tergantung perasaan orang yang mendiami kota.

Di mata Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, dinamika perkembangan kota dalam kurun lebih 4 tahun tentu sarat tantangan. Paling menyolok laju urbanisasi dan bias bonus demografi yang begitu massif.

Kota Layak Huni sebuah impian masa depan. Sejak dini kebutuhan pondasi cita-cita itu harus terus didesain secara baik. Sulkarnain Kadir punya gaya tersendiri membereskan tantangan tersebut.

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Bicara kota layak huni adalah lingkungan atau suasana kota yang menjamin kenyamanan orang tinggal dan beraktivitas berdasar pada aspek kebutuhan fisik maupun non fisik.

Teorisasinya begini, kota ideal itu lumayan ketersediaan kebutuhan dasar (perumahan yang layak, air bersih, jaringan listrik, sanitasi, ketercukupan pangan, dan lainnya). Lalu tersedia  fasilitas umum dan fasilitas sosial (transportasi umum, taman, fasilitas kesehatan, dan lainnya).

Pemandangan eksotis Kawasan Teluk Kendari yang sudah ditata oleh Pemerintah Kota Kendari guna menunjang aktivitas perekonomian dalam wilayah itu

Berikutnya ada ruang publik (Public space) sebagai wadah berinteraksi orang dan masih banyak lagi. Syarat paling ‘wajib’ juga adalah partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Jadi impian kota layak huni, bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tetapi juga butuh peran sosial dan moral masyarakat.

“Yah kita ini di 2017-2022 sudah mencanangkan Kendari sebagai kota layak huni berbasis teknologi, informasi dan ekologi. Berangkat dari sana kita menyusun berbagai program dan kegiatan,” tutur Wali Kota Sulkarnain Kadir belum lama ini.

Program maupun kegiatan yang sudah diseriusi Pemerintah Kota Kendari adalah sektor infrastruktur dasar. Dalam kurun 2-3 tahun ini pemerintah berupaya mengatasi problem banjir dalam kota.

Kegiatan blusukan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir juga sering dilakukan pada malam hari guna melihat kondisi pemukiman warga pada malam hari.

“Alhamdulillah di Tahun 2020-sekarang sudah nampak hasilnya. Kita lihat sudah sangat berkurang titik-titik banjir. Memang masih ada 1-2 titik belum bisa tertangani, tetapi setidaknya tak separah tahun-tahun sebelumnya,” tutur Bung Sul – Sapaan akrab.

Mitigasi Banjir Dalam Kota

Guna memitigasi banjir, pemerintah kota membenahi drainase sekunder, primer dan lingkungan sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Khususnya Kali Wanggu yang dianggap memiliki kontribusi besar terhadap kasus-kasus banjir dalam kota.

Untuk penanganan Kali Wanggu, pemerintah kota sudah menyetujui pembebasan lahan seluas 20 hektare yang kini menjelma menjadi Kolam Retensi Boulevard. Dengan infrastruktur itu sudah meminimalisasi sekira 80 persen potensi banjir dalam kota dan sekitarnya.

Sistem pengendalian banjir Kota Kendari (Kolam Retensi Boulevard) dari hulu ke hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu yang merupakan sungai utama yang melintasi Kota Kendari.

“Jadi dari 14 sungai dalam wilayah Kota Kendari yang bermuara ke Teluk Kendari, kita telah menangani sekira hampir 70 persen. Di Kali Mandonga misalnya, bukan cuma benahi fisiknya, tetapi juga estetikanya berbasis spot wisata,” ucapnya.

Sulkarnain Kadir juga mengaku sudah berdiskusi dengan Komisi V DPR RI untuk pembangunan tanggul pengendali banjir di Nanga-ngana seluas 50 hektare. Semua langkah itu bertujuan agar masyarakat kota terbebas dari banjir lagi.

“Saya juga ingin tegaskan bahwa pemerintah sudah melakukan penyempurnaan penanganan Kawasan Teluk Kendari. Kalau dulu kan pendekatannya pengerukan. Itu bagus juga, tidak ada yang salah,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Penggagas jargon Aku Cinta Kendari ini, program pengerukan kurang lengkap karena tidak mengatasi sedimen yang masuk dari hulu.

Berkaitan itu, pemerintah mencoba mengatasi masalah Kali Wanggu secara komprehensif sudah plus dengan penangkap lumpurnya. Tujuannya agar proses pengerukan teluk lebih efektif.

“Bayangkan kalau sedimennya kita tidak atasi dari hulu dan hanya fokus pada pengerukan. Maka tidak ada akan tuntas pengerukan itu,” tuturnya.

Pembenahan Jalan Lingkungan

Pendekatan pembangunan lainnya adalah mengimbangi laju penduduk Kota Kendari  yang kian bertambah, sesuai data BPS sudah berkisar 404.232 jiwa. Dengan populasi sebanyak itu, maka kebutuhan kualitas infrastruktur dasar juga turut meningkat.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (kiri) berkoordinasi dengan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae dalam sebuah momen acara

“Makanya sejumlah jalan lingkungan kita benahi dan adakan secara bertahap guna mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari. Karena kami sadar aksesibilitas ituj jadi basic need yang tak bisa dihindari,” terangnya.

Dicontohkan, Jalan Ruruhi yang sudah sekian lama ‘telantar’ sudah dituntaskan pembenahannya oleh pemerintah kota. Lalu jalur kawasan Asrama Haji juga sudah dalam penanganan, Jalan Tunggala dan lainnya pun sudah on progres.

“Bahkan di tengah Pandemi Covid-19, dengan berbagai keterbatasan sumber daya anggaran Pemkot Kendari juga tetap membenahi jalan, meski sedikit menggeser konstruksinya dari aspal menjadi rabat atau paving block,” tandasnya.

Namun di Tahun 2018-2019, Pemkot Kendari telah menangani jalan-jalan yang cukup potensi memicu kepadatan semisal Jalan Malik Raya dan Lasandara. Penanganan kedua jalan itu menggunakan konstruksi beton dengan pertimbangan usia ekonomisnya lebih lama.

“Kalau cuma diaspal paling banter usianya bertahan 5-10 tahun. Begitu hujan turun deras rusak lagi, masa diaspal terus menerus. Yah sudah pakai konstruksi beton saja deh biar bisa dimanfaatkan selama 20 tahun ke atas,” tukasnya.

Penggunaan jalan konstruksi beton, kata Politisi PKS Sultra itu, ke depan akan menjadi pilot project pemerintah kota dalam menangani jalan-jalan lingkungan lainnya. Minimal jalan dengan radius pendek bisa menggunakan rabat beton. (***)

Laporan : Juhartawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini