
MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, H Abdurrahman Shaleh menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, berlangsung di Pelataran Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Sultra, Senin (8/8/2022).
Disela pemaparannya, satu yang pasti menurutnya, kemajuan bangsa harus dibangun dengan dasar prestasi bukan prestise.
lebih jauh, Ketua PMI Sultra itu mencontohkan, kemajuan beberapa negara besar semisal, Jepang dan Korea Selatan yang mengedepankan prestasi sehingga prestise atau rasa bangga dan penghargaan pun akan muncul dengan sendirinya.
“Yang pertama harus dibangun adalah mindset, pola pikir bagaimana bisa maju. Kemudian dibarengi dengan kerja keras dan doa tentunya,” ucapnya.
Ketua Podsi Sultra itu pun menyebut, empat pilar kebangsaan yakni, Pancasila, UUD tahun 1945, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, pokok utamanya sama. Namun ada persoalan baru yang akan muncul jika seringkali bermetamorfosis mengikuti zaman.
“Dengan demikian, kita harus terus berupaya menyosialisasikannya agar masyarakat bisa mengikuti perkembangan persoalan berdasarkan empat pilar kebangsaan ini,” pintahnya.

Pemateri lainnya, Sahrun Gaus mengatakan, semangat nasionalisme di kalangan pemuda semakin hari semakin pudar. Semangat itu pun muncul ketika menyaksikan di layar kaca, atlet atau tim nasional Indonesia berlaga.
“Namun, ketika itu usai, kita kembali lagi ke rumah, mensekat-sekatkan diri. Ibarat rumah besar yang banyak kamarnya. Ada kamar Kalimantan, Jawa, Sulawesi. Di kamar Sulawesi contohnya, terjadi sekat lagi yakni, ada Sulawesi Tenggara, Barat, Selatan dan seterusnya. Nah, dalam sekat Sultra tadi, terjadi sekat lagi ada Kota Kendari, Buton, Muna dan seterusnya,” ujarnya.
Pemahaman seperti itu, lanjut Tokoh Pendiri Kabupaten Bombana tadi mesti bertahap dihilangkan guma mencegah terjadinya potensi disintegrasi berbangsa maupun bernegara. (***)
Reporter : Juhartawan



