
MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Sebanyak 120 pelajar SD dan SMP se-Sulawesi Tenggara unjuk kebolehan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 yang digelar di Hotel Kubah Kendari, 12-14 November 2025.
Ajang revitalisasi bahasa daerah ini menampilkan lima jenis perlombaan: menyanyi, pidato, mendongeng, komedi tunggal, dan membaca puisi yang seluruhnya menggunakan bahasa daerah.
Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, dalam sambutannya menekankan pentingnya festival ini sebagai upaya pelestarian bahasa daerah.
“FTBI merupakan bagian dari revitalisasi bahasa daerah yang bertujuan untuk menjaga bahasa daerah tetap hidup, diwariskan kepada generasi muda, dan tidak punah,” ujarnya, Kamis (13/11/2025)
Dewi berharap para peserta tidak hanya sekadar berlomba, tetapi juga belajar dan berkembang menjadi duta pelestari bahasa daerah.
“Melalui festival ini diharapkan dapat memperkuat kembali rasa bangga, kecintaan, dan kepedulian terhadap bahasa daerah hingga lahir tunas-tunas bahasa yang kelak menjadi penggerak pelestari bahasa daerah di Sultra,” tambahnya.
Para peserta tampil percaya diri dengan mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing, membawakan karya berbahasa ibu yang disambut meriah oleh penonton dan guru pendamping.
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk saling mengenal keragaman bahasa dan tradisi daerah di Sultra.
Para pembimbing peserta menyambut positif penyelenggaraan FTBI yang dinilai mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa daerah.
Mereka berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun untuk terus memperkuat identitas budaya lokal.
Melalui FTBI 2025, diharapkan bahasa daerah di Sulawesi Tenggara tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dari identitas bangsa di tengah arus globalisasi. (M3)



