MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdurrahman Shaleh menegaskan, seorang legislator punya tanggung jawab moral berbuat untuk kepentingan masyarakat baik diminta ataupun tidak.
Hal itu diungkapkannya, saat menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2023, di tiga lokasi yakni; BTN Resky 2 Anggoeya, Warung Kopi (Warkop) K19 dan BTN Graha Satria Nusantara Kelurahan Bonggoeya, Kamis – Jumat (1-2/6/2023).
lebih jauh, pria yang disapa ARS itu menjelaskan, komitmen untuk terus memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan sebagai wakil rakyat.
“Tentunya apa yang disampaikan masyarakat dalam reses ini menjadi pertanggung jawaban moral dan politis bagi saya,” tuturnya.
Ketua PAN Sultra itu juga membeberkan, hingga saat ini, dirinya telah merealisasikan aspirasi seperti perbaikan infrastruktur dasar serta bantuan bagi tempat ibadah seperti masjid, gereja dan pura.
Bahkan, sumbangsi untuk rumah ibadah tak hanya dilaksanakan di Kota Kendari saja melainkan telah menyasar 16 kabupaten/kota di Sultra.
“Untuk di Kota Kendari, saya sudah membangun sedikitnya 48 titik sumur bor, 100 titik jalan setapak setiap tahun, ratusan masjid saya bantu begitu juga rumah ibadah pura dan gereja. Dan untuk jalan sudah kurang lebih 1.800 KM se-Sultra sejak menjadi Ketua DPRD,” bebernya.

Sementara itu, dari pantauan awak mcnewsultra.id, mayoritas warga yang hadir di reses Ketua DPRD Sultra itu menyuarakan perbaikan infrastruktur di lingkungannya hingga suport terhadap kegiatan di bidang digitalisasi.
Di BTN Resky 2 Anggoeya misalnya, warga sekitar meminta perbaikan jalan.
Lain halnya saat reses di Warkop K19, mayoritas partisipan yang hadir anak muda dari berbagai komunitas.
“Jadi anak-anak muda yang tinggal di Kecamatan Mandonga dan sekitarnya rata-rata mereka lagi membangun konten-konten, dan fotografer. Dan mereka juga mempunyai cantolan untuk meningkatkan kapasitas. Kita harapkan bukan hanya hiburan, tapi yang kita butuhkan dari konten-konten mereka ada dua informasi dan edukasi, sehingga hasil dari kontennya bisa kita rasakan manfaatnya, baik dari segi humanisnya, sosiologisnya, maupun dampak positif lainnya,” ujar salah satu anak muda.
Sementra Di BTN Graha Satria Nusantara RT 021 RW 005 Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-wua, warga menyuarakan perbaikan drainase, pengadaan tempat pembuangan sampah sementara dan air bersih. (adv)
Reporter : Johartawan




