MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Koordinator Badan Oposisi Mahasiswa (BOM), Rasmin Jaya, mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk meningkatkan alokasi anggaran dan memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa, seraya menekankan pentingnya transparansi dan keberpihakan kepada masyarakat ekonomi lemah.
Dalam pernyataannya, Rasmin Jaya menegaskan, beasiswa pendidikan merupakan peluang vital untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana amanat UUD 1945, sekaligus menjadi investasi masa depan dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
“Kita harus berpikir adil sejak dalam pikiran, terlebih lagi dalam tindakan. Bagi mereka yang memegang otoritas dan wewenang yang dipercayakan oleh rakyat,” tegasnya, Kamis (20/11/2025).
Ia menyoroti keluhan mahasiswa mengenai tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mayoritas orang tua di Sultra yang berlatar belakang petani dan nelayan.
Ia menilai penetapan UKT seringkali tidak didasarkan pada survei kondisi ekonomi mahasiswa yang komprehensif.
“Nominal yang ditetapkan secara asal-asalan harus ada evaluasi. Di tengah merosotnya perekonomian yang berdampak pada pendapatan orang tua, harus ada penyesuaian,” ujarnya.
Solusi yang ditawarkan adalah dengan memperbanyak kuota beasiswa.
“Kita berharap pemerintah dan perguruan tinggi bisa mencari solusi, misalnya memperbanyak kuota beasiswa untuk mahasiswa, agar semua bisa mengakses pendidikan secara setara dan berkeadilan,” ujarnya.
Rasmin juga mengingatkan agar program beasiswa harus tepat sasaran dan tidak dikapitalisasi untuk kepentingan segelintir orang.
Ia menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap alokasi anggaran pendidikan.
“Jangan sampai oknum-oknum legislatif bermain mata dengan mengkapitalisasi anggaran pendidikan yang hanya menguntungkan sepihak. Mereka harus menjalankan amanah, fungsi, dan tanggung jawab sesuai porsinya masing-masing,” bebernya.
Ia mendorong pemerintah untuk lebih memperbanyak porsi anggaran pendidikan dan saluran beasiswa, sekaligus mendesak lembaga legislatif untuk pro-aktif dalam melakukan pengawasan.
Di akhir pernyataannya, Jaya mendorong generasi muda untuk aktif menjemput peluang beasiswa yang ada. Ia meyakini bahwa SDM yang maju akan menjadi penopang berkembangnya perekonomian dan pembangunan daerah.
“Kalau SDM-nya maju, maka akan menjadi penopang berkembangnya perekonomian dan pembangunan daerah yang lebih baik lagi,” katanya.
Ia juga menegaskan agar arah pembangunan Sultra yang berkelanjutan harus tetap mengacu pada gagasan dan visi-misi yang disampaikan pada saat Pemilihan Gubernur tahun 2024, dengan kualitas pendidikan sebagai perhatian utama untuk kemanfaatan seluruh komponen masyarakat. (M1)




