TTP Bombana Dorong Pembinaan Home Industri Berbasis Agrowisata

0
579
Salah satu Kelompok Usaha Bersama (Kube) home industri di Desa Ranokomea (kiri). Kadis Pertanian Perkebunan dan Hortikultura Bombana, Muhammad Siarah (kanan)

MCNEWSULTRA.ID, Rumbia – Pengelolaan Program Taman Teknologi Pertanian (TTP) Bombana sudah berlangsung selama sekira 3,5 tahun. Tepatnya, tahun 2017 lalu Balitbang Kementerian Pertanian sudah menyerahkan aset tersebut pada Pemkab Bombana.

Di bawah tanggung jawab Dinas Pertanian Perkebunan dan Hortikultura, saat ini telah melakukan pengembangan bisnis home industri bagi masyarakat desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat.

Upaya tersebut setara dengan keinginan mewujudkan TPP tersebut sebagai pusat bisnis pertanian yang meghidupi petani sekitarnya dan pengelolaannya melalui pengembangan kerjasama dengan dunia usaha. Jangka panjangnya mengarah pada pengembangan konsep agrowisata.

Plt Kadis Pertanbun dan Hortikultura Bombana, Muhammad Siarah menuturkan, kini ada lima Kelompok Usaha Bersama (Kube) masyarakat mengolah hasil perkebunan agar bernilai ekonomis. Seluruh kegiatan pembinaan maupun pendampingan di bawah bimbingan dan pengawasan petugas pertanian kabupaten.

“Masyarakat tergabung dalam Kube itu memiliki usaha home industri beragam seperti mengolah pisang menjadi dompo atau kripik pisang, Sabuk kelapa dibuat menjadi pot bunga,” tuturnya, Rabu (16/6/2021).

Lalu ada pula mengolah kelapa menjadi minyak Virgin coconut oil (VCO), hasil kebun berupa cabe diolah menjadi abon serta pengolahan pupuk kandang bahan dasar kotoran ternak

“Lima kegiatan tersebut dikelola oleh setiap kelompok usaha masyarakat dan kegiatannya sudah berjalan kurang lebih tiga tahun. Untuk proses pemasaran masih seputar ibukota kecamatan, khususnya di tempat Wisata Danau Ponu-ponu,” ungkapnya.

Ke depan, katanya, TPP itu diharapkan tidak saja menginspirasi masyarakat sekitar untuk meningkatkan minat wirausaha, tetapi juga memberikan informasi pada pengunjung Danau Ponu-ponu terkait inovasi teknologi di bidang perkebunan dan peternakan sejalan dengan konsep Agrowisata tadi.

“Memang sejak awal konsep TTP didesain pula sebagai kampung informasi serta edukasi bidang pertanian dan perkebunan. Pintu gerbang fasilitas itu sekaligus jalur masuk ke Wisata Danau Ponu-ponu. Jadi pengunjung bisa wisata sekaligus belajar,” terangnya.

Berbasis daerah dengan segudang potensi, pemerintah setempat rencana mengembangkan konsep TTP ke sejumlah wilayah. Salah satunya adalah Kepulauan Kabaena yang memiliki komoditas unggulan seperti Jambu Mete dan lainnnya.

Sementara itu Camat Poleang Barat, Usman Baking mengakui, sejak adanya wadah TTP tersebut sangat membantu masyarakat membuka lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.

“Kami punya program pemberdayaan masyarakat, program kami ini bisa pula dimanfaatkan oleh pelaku usaha di bawah binaan TTP. Misalnya pelaku usaha inginkan alat press kemasan, bisa adakan melalui program tersebut,” tandasnya. (***)

Reporter : LM Dzaki

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini