Tinjau Kapasitas Stok Asbuton, Ali Mazi Kawal Total Tim Kemenko Marves

0
407
Gubernur Sultra Ali Mazi saat baru tiba di Pelabuhan Labuan sebelum bertolak ke Kota Baubau. Kunjungan kerja itu selain memantau fisik proyek juga menunggu kedatangan Tim Kemenko Marves dari Jakarta. (foto: ist)

MCNEWSULTRA.ID, Baubau – Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) akan meninjau kapasitas cadangan Aspal Buton (Asbuton) di Kabupaten Buton. Dijadwalkan dalam waktu dekat tim dari kementerian itu akan berkunjung ke Sultra.

Kedatangan tim tersebut merupakan tindaklanjuti dari kegiatan rapat koordinasi beberapa kali antara jajaran kementerian dengan Pemerintah Provinsi Sultra beberapa waktu lalu. Rakor itu sepenuhnya mendorong optimalisasi pemanfaatan asbuton secara nasional.

Dari pertemuan itu pula berkembang dua wacana yaitu target Pemprov Sultra agar Asbuton bisa terserap dalam proyek infrastruktur jalan nasional sepanjang 1000 kilometer yang direncanakan realisasinya Maret 2021. Wacana lainnya adalah kesiapan Sultra memenuhi permintaan stok Asbuton dalam proyek padat karya pedesaan.

Gubernur Sultra Ali Mazi sendiri sudah berada di Kota Baubau sejak Jumat (29/1). Selain menanti kedatangan tim Kemenko Marves, gubernur juga menyelesaikan beberapa agenda penting kedaerahan. Sesuai instruksi Presiden kapasitas gubernur harus dilibatkan dalam proyek strategis pemanfaatan Asbuton dalam proyek nasional.

‚ÄúSengaja saya terlibat langsung untuk melihat dan mengawal seluruh prosesnya, agar semua pihak dapat bekerja secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab,” tutur Ali Mazi.

Dia menambahkan, sebagai satu-satunya aspal alam di Indonesia, sekaligus bermutu terbaik, dan memiliki deposit aspal alam terbesar ke tiga di dunia, Asbuton ini salah satu kebanggaan Sulawesi Tenggara. harus sama-sama kita dukung dan promosikan.

Informasi Jubir Gubernur Sultra, Ilham Q Moehiddin bahwa Tim Kemenko Marves akan diterima langsung oleh Gubernur Ali Mazi di Bandara Betoambari, Kota Baubau, sebelum menuju Lawele untuk meninjau kesiapan Asbuton di lokasi penyimpanan PT. Wijaya Karya Bitumen dan PT. Kartika Prima Abadi.

Kedua perusahaan inilah yang menjamin ketersediaan Asbuton untuk digunakan sebagai bahan utama pelapisan Jalan Nasional. Kedua perusahaan ini telah menyatakan siap memenuhi tonase Asbuton yang diperlukan.

“Peninjauan dilanjutkan ke Pelabuhan Nambo di Nambo, dan Pelabuhan Banabungi di Pasarwajo. Kedua pelabuhan ini berstatus Pelabuhan Penggunaan Khusus yang akan digunakan sebagai pelabuhan utama pengapalan dan pengiriman Asbuton ke sejumlah lokasi proyek Jalan Nasional,” terangnya.

Seluruh data yang diperoleh Tim Kemenko Marves kemudian akan dibicarakan dalam rapat interim antara Tim Kemenko Marves, Perusahaan Pengolahan Asbuton, Pemprov Sultra, dan Pemkab Buton, di Rumah Jabatan Bupati Buton.

Informasi tambahan, berdasarkan data Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMP) Kementerian ESDM menyebutkan aspal alam di Indonesia dengan jumlah deposit yang besar baru dilaporkan terdapat di Buton, Sulawesi Tenggara.

Sesuai data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, total sumberdaya tercatat sebesar 792,50 juta ton dengan total cadangan sebesar 182,65 juta ton.

Data potensi Bitumen padat/aspal Buton yang tercatat dalam database PSDMBP Badan Geologi merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan pada kurun waktu 2001-2005. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan baru sampai pada tahapan prospeksi dengan hasil sumber daya tereka. (***)

Reporter : Juhartawan

 

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini