Tenaga Teknis OPD Bimtek Pengelolaan Digitalisasi Informasi

0
293
Sekab Bombana Man Arfa (kiri) didampingi Kadis Kominfos Sofian Baco saat memberikan keterangan pers terkait Bimtek pengelolaan keterbukaan informasi, Senin (5/4/2021)

MCNEWSULTRA.ID, Rumbia – Sebanyak 30 lebih tenaga administrasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti bimbingan teknis terkait pengelolaan informasi berbasis digital, Senin (5/4/2021).

Kegiatan itu sebagai wujud upaya Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Bombana selaku leading sektor mendorong keterbukaan informasi pada masyarakat luas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Man Arfa menyampaikan, bimbingan teknis itu tidak lain untuk meningkatkan kualitas para admin OPD dalam memberikan dan menyebar luaskan informasi kinerja pemerintah daerah.

“Jadi peran admin juga kita harapkan bisa memonitoring dinamika sekaligus mampu memberikan evaluasi terhadap segala bentuk aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.

Terkait kegiatan ini, dia pun memberikan apresiasi karena ke depan pemerintah juga dapat mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Dari penyebaran informasi pembangunan, pemerintah tetap membuka kolom komentar sebagai bentuk interaksi dengan masyarakat.

“Saya berharap pada semua admin OPD agar dalam memberikan atau menyebarkan informasi terkait kinerja OPD tetu harus berdasar pada kaidah-kaidah yang tercantum dalam UU informasi publik atau keterbukaan informasi nomor 14 tahun 2008,” tandasnya.

Man Arfa juga mengingatkan agar semua admin OPD tetap bijak serta lugas menanggapi setiap kritik dan masukan. Minimal menjawab setiap tanggapan dengan baik, menghindari kesan emosional dan mengedepankan rasa kekeluargaan saja.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kominfos, Sofian Baco mengatakan, berdasarkan PP Nomor 61 tahun 2010 tentang keterbukaan informasi pemerintah. Regulasi itu menekankan agar pemerintah wajib memberikan informasi terbuka pada masyakat dengan memanfaatkan aplikasi berbasis digital.

Dicontohkan, seiring pemberlakukan aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) sebagai pengganti Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda, maka perlu satu aplikasi yang berfungsi sebagai sarana penyebarluasan informasi karena di dalamnya memuat seluruh perencanaan pembangunan dalam satu tahun anggaran.

“Sekarang kami lagi mengupayakan mengembangkan website untuk OPD. Jadi itu menjadi instrumen admin menyebarluaskan seluruh program pembangunan maupun program kerja setiap OPD dalam kurun setahun,” terangnya. (***)

Reporter : LM Dzaki

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini