
MCNEWSULTRA.ID, Unaaha – Di tengah gencarnya program pembangunan nasional, sebuah peringatan keras muncul dari Gedung Laika Mbuu.
Kepala BNN Kabupaten Konawe, Kompol HB Tira Wijaya, menyatakan bahwa semua capaian pembangunan bisa runtuh dalam sekejap jika satu ancaman tak diatasi yakni narkoba.
“Hilangnya uang bisa dicari. Hancurnya generasi, hancurlah Indonesia ini,” tegas Tira dalam Talk Show Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Jumat (26/9/2025).

Acara bertema “War on Drugs for Humanity” ini bertujuan membangun kesadaran kolektif untuk menyelamatkan Generasi Emas Konawe.
Tira menekankan, perang melawan narkoba bukanlah tugas BNN sendiri, melainkan memerlukan komitmen politik yang konkret dari seluruh pemangku kebijakan.
“Kami hanya bersifat membantu. Yang bisa menyelamatkan anak cucu kita hanya di tangan para bupati dan DPRD,” ujarnya.
Untuk mengubah pernyataan itu menjadi aksi, Tira meluncurkan tiga rekomendasi kebijakan utama yang dinilainya penting untuk diterapkan.
Yaitu segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur intervensi berbasis masyarakat dan memperkuat program Desa Bersinar.
Lalu Gerbang Bersih dengan menerapkan deteksi dini wajib bagi setiap pendaftar baru di institusi pendidikan (dari SMP hingga perguruan tinggi) dan pencari kerja, dengan menunjukkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN).
Ketiga, pemantauan berkelanjutan yaitu melakukan pemeriksaan berkala, bukan sekadar uji petik, bagi siswa setiap kenaikan kelas serta pegawai pemerintah dan swasta sebagai bagian penilaian kinerja.
Lebih jauh, Tira mengusulkan langkah preventif unik, skrining narkoba bagi calon pengantin (Catin).

Menurutnya, ini adalah langkah awal membangun keluarga sehat dan mencegah potensi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta perceraian. Jika ditemukan positif, pasangan wajib menjalani rehabilitasi sebelum menikah.
Talk show yang dihadiri perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, dan pelajar ini diharapkan menjadi pemicu sinergi.
“Sinergi kita hari ini adalah investasi untuk masa depan. Tujuan akhirnya adalah melindungi manusia,” pungkas Tira.
Ia juga mengingatkan, narkoba adalah extraordinary crime yang membutuhkan penyelesaian tidak hanya secara hukum, tetapi juga dengan pendekatan kemanusiaan. (adv)
Editor : wawan



