Survei BNPB, 22 Persen Masyarakat Sultra Tidak Percaya Covid-19

0
612
Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Letnan Jenderal Doni Monardo (kanan) saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (10/11/2020). (foto: kominfo sultra)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut sekitar 22, 36 persen masyarakat di Sultra tergolong tidak percaya dan menganggap tidak mungkin terpapar Covid-19. Paradigma keliru itu juga merembes pada aktivitas sebagian masyarakat yang mengabaikan aturan protokol kesehatan.

“Jadi rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat Sultra terhadap kemungkinan mereka terserang Covid-19 sesuai survey BNPB. Angka itu menempatkan Sultra posisi keempat secara nasional,” ungkap Doni Monardo saat rapat koordinasi dengan jajaran Satgas Penanganan Covid-19 Sultra di Aula Rujab Gubernur Sultra, Selasa (10/11/2020).

Namun demikian, lanjut Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, di kalangan masyarakat juga mulai tumbuh kesadaran melakukan edukasi secara sukarela ke masyarakat. Salah satu elemen masyarakat tersebut adalah komunitas wartawan.

“Mereka menggabungkan diri pada Forum Jurnalis Perubahan Perilaku (FJPP) yang berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat melalui tulisan-tulisan mereka. Sebanyak 89 orang jurnalis di Sultra tergabung forum tersebut. Kita  sangat mengapresiasi partisipasi para wartawan tersebut,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan, BNPB sudah menyiapkan sejumlah paket bantuan untuk Pemerintah Provinsi Sultra berupa ventilator 2 unit, hand sanitizer 20 jeriken, masker kain 150 ribu lembar, masker medis 20 ribu lembar.

Lalu ada shoe cover atau pelindung sepatu 2.000 pieces, gloves atau sarung tangan 500 pieces, googles atau kacamata safety Corona 250 pieces, desinfektan sprayer 5 pieces, hand spray 1.000 pieces, faceshield 5000 pieces, dan APD premium 10 ribu pieces.

Sedangkan bantuan untuk Rumah Sakit Bahteramas berupa PCR Biosewoom 5.000 test, RNA Bionner 5.000 test, dan VTM+Swab KH medical 5.000 test.

“Kami juga akan menyerahkan bantuan dana hibah dalam rangka rehabilitasi konstruksi pasca bencana di sejumlah daerah di Sultra termasuk pada Pemprov Sultra sendiri,” katanya.

Dana hibah untuk rehabilitasi konstruksi pasca bencana masing-masing diserahkan untuk Kabupaten Muna Barat sebesar Rp 8.071.102.000, Buton sebesar Rp 18.510.000.000, Buton Tengah sebesar Rp 12.250.000.000, dan sebesar Rp 126.720.000 untuk Pemprov Sultra.

“Bantuan dana hibah untuk tiga kabupaten tersebut dalam bentuk pekerjaan fisik yang baru dimulai tahun anggaran 2021 mendatang,” terangnya.

Sebelumnya, pada tahun anggaran 2019, BNPB juga telah menyalurkan dana hibah serupa ke Konawe Utara, Kolaka Utara, Muna, Buton Selatan, Kota Baubau dan Kendari. Total anggaran BNPB yang diturunkan dalam rentang tahun anggaran 2019-2020 ke Sultra mencapai Rp 133.501.563.000

Sedangkan Gubernur Sultra Ali Mazi melaporkan  sejumlah persoalan yang dihadapi Sultra dalam pengendalian wabah Covid-19. Diantaranya, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan, kurangnya sumber daya manusia dalam hal analisis laboratorium, dan minimnya sarana prasarana tes Covid-19 seperti TCM (tes cepat molekuler) dan PCR (Polymerase Chain Reaction)

“Tes rapid sifatnya pengecekan awal saja. Sebab pada banyak kasus sudah rapid berkali-kali dan hasilnya non reaktif. Namun setelah di-swab hasilnya positif. Untuk  itu  kebutuhan kita lebih pada perlengkapan TCM dan PCR ini,” ungkap Ali Mazi

Dia juga berharap agar pemerintah pusat menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) dalam upaya menjaga dan menjaga keselamatan petugas medis baik dokter maupun perawat dalam menjalankan tugas. (***)

Reporter : Juhartawan

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini