
Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kolaka Utara 2024 punya daya magnet unik. Tak sebatas rivalitas tinggi antar bakal pasangan calon, rupanya tersisip kisah unik tersendiri.
Salah satunya dari pasangan Anton-Abbas, dua tokoh Kolaka Utara yang sudah terukur popularitas maupun elektabilitasnya dalam pesta akbar politik lima tahunan kali ini.
Laporan : ANDI MOMANG, Lasusua
Pasca menerima rekomendasi politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Jakarta beberapa hari lalu, bakal Paslon Anton-Abbas langsung menggelar konsolidasi internal di kampung halaman.
Pertemuan konsolidasi paslon berslogan Anton Abbas Andalanku itu dihadiri para pengurus PKB baik cabang maupun ranting se-Kolut berlangsung di kediaman balon Cawabup Abbas di Desa Ngapa, Kecamatan Ngapa, Kamis (22/8/2024).
“Saya ini baru kurang lebih empat hari berada di Kolut. Beberapa teman dari pengurus PKB maupun PDIP mempertanyakan mengapa kami belum bergerak,” tutur Balon Cabup Kolut Anton dalam sambutannya pada agenda itu.
Selama ini, kata dia, sudah berkomitmen tidak ingin memberi iming-iming pada para pendukung maju pilkada tanpa ada kepastian dukungan partai politik.
“Mau bilang sudah partai A atau partai B, tapi tidak pegang rekom B1.KWK. Begitu saya pegang rekom itu sebagai syarat pendaftaran di KPU, saya terbang, pulang bawa diri dan nyatakan siap maju,” tukasnya disambut applaus.
Informasi teranyar juga disampaikan pengusaha ternama Kolut itu bahwa dirinya dan Abbas bisa memastikan mendapat dukungan politik B1.KWK dari DPP PDIP.
Anton juga menyebut, komitmen berpasangan Ketua DPC PKB Kolut Abbas ternyata ada sisi romantisme sejarah.
Pada Pilkada Kolut 2012, keduanya sempat berpasangan, namun kalah dari pasangan Rusda Mahmud-Bobby Alimuddin.
“Orang tanya kenapa berpasangan dengan H Abbas, seolah cinta lama bersemi kembali. Saya bilang jangan tanya saya, tanya pak haji dong,” katanya.
Namun memilih untuk berpasangan dengan Abbas, punya nilai historis tersendiri. Yaitu, Pertama, ketika berduet pertama kali di Pilkada Kolut 2012, keduanya mengikat perjanjian secara batin.
“Saya bilang kala itu, kita bertarung ini sebagai saudara dunia akherat. Sebagai orang yang punya darah Bugis, prinsip saya Si pudeceng mi tau dena si puja,” tandasnya.
Namun di Pilkada Kolut 2017 Anton dan Abbas justru berpasangan dengan figur lain. Anton memilih pasangan Haidirman Sarira, sedangkan Abbas jadi wakil bupati mendampingi Nur Rahman Umar.
“Kalau saya baru pulang kampanye saat itu, saya telepon pak haji (Abbas) di mana, saya mau singgah minum kopi. Nah itulah nilai persaudaraan yang tak pernah putus,” kenangnya.

Kedua, lanjut Politisi PDIP Kolut itu, dalam kondisi pembangunan Kolut yang dinilai relatif kurang baik-baik, maka membutuhkan calon pemimpin teruji dan punya pengalaman.
“Kita tidak ingin mengusung pemimpin sekadar coba-coba, pengalaman minim sehingga berdampak kemandirian yang terbatas, cuma berharap masukan orang dari luar,” tegasnya.
Sosok Abbas di matanya dinilai sudah memiliki pengalaman banyak, rekam jejak yang terukur, dan keduanya sudah pernah bekerja sama di parlemen berposisi sama sebagai Wakil Ketua di DPRD Kolut.
Bila terpilih memimpin Kolaka Utara Periode 2024-2029, maka bersama Abbas dia bersepakat akan berdiskusi awal dengan pengurus partai, utamanya parpol pendukung dan simpatisan guna menjaring masukan dalam perumusan kebijakan pembangunan lima tahun.
“Yang merusak sistem kebijakan itu karena intervensi orang luar, makanya kami tetap sepakat melahirkan keputusan final bersama dalam fase decision makingnya. Tidak ada satu pun kebijakan yang diputuskan bupati seorang,” tegasnya. (***)



