Perjuangkan Nasib Honorer, Pemprov Sultra Siap Rekrut 4 050 Formasi Guru

0
1060
Gubernur Sultra Ali Mazi menyerahkan SK tugas secara simbolis untuk 3 750 orang GTN-PNS se-Sultra, Rabu (25/11/2020)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Gubernur Sultra Ali Mazi memberikan perhatian serius terhadap nasib ribuan guru honorer. Sebagai bukti dia pun menyetujui agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra menyiapkan 4 050 formasi Guru Tetap Non PNS menjadi ASN-PPPK untuk Tahun Anggaran 2021.

“Mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi dan menjadi ASN-PPPK tahun depan,” jelas Kepala Disdikbud Sultra, Asrun Lio saat acara penyerahan simbolis 3.750 Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk Guru Tetap Non PNS (GTN-PNS/guru honorer) se-Sulawesi Tenggara di Rujab Gubernur Sultra, Rabu (25/11/2020).

Asrun Lio menegaskan, para GTN-PNS tetap mengikuti seleksi sebagaimana Seleksi Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (SPPNS). Disdikbud Sultra berharap agar pemerintah daerah memprioritaskan seluruh GTN-PNS ber-SK Gubernur (3.750 orang) dan GTN-PNS ber-SK Kepala Sekolah (300 orang).

“Seluruh GTN-PNS di Sultra berpeluang menjadi ASN-PPPK. Pada tahun 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan pengangkatan sejuta GTN-PNS menjadi ASN-PPPK,” terangnya.

Terkait penerima SK tugas dari gubernur, para GTN-PNS tetap melaksanakan tugas pokok mengajarnya di masa pandemi Covid-19. Sebagai konsekuensi dari ketatnya sistem, maka setiap tiga bulan, SK GTN-PNS selalu direvisi.

Sebelumnya, Gubenur Ali Mazi dalam sambutannya berpesan penerima SK tugas GTN -PNS memanfaatkan amanah itu untuk memajukan pendidikan Sultra dan mengawal pendidikan karakter serta moral generasi penerus Sulawesi Tenggara.

Penyusunan jumlah GTN-PNS tentu tidak mudah. Revisi dilakukan berulang kali sebab ada ketidak cocokan data dalam basis data pada kedinasan.

“Saya mendapat laporan bahwa jumlah GTN-PNS sudah revisi, sebab banyak individu yang sebelumnya terdata, tidak lagi ditemukan saat survey susulan, ada yang keluar karena terangkat dalam penerimaan ASN T.A. 2019. Juga karena alasan lain. Data itu direvisi dan carikan penggantinya,” jelasnya. (***)

Reporter : Juhartawan

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini