Pelajari Strategi Peningkatan PAD, Mahasiswa Pascasarjana UHO Studi di Disparbud Baubau

0
856
Mahasiswa Program Pascasarjana Program Studi Administrasi Pembangunan UHO Kendari saat studi lapangan di Kantor Disparbud Baubau beberapa waktu lalu.

MCNEWSULTRA.ID, Baubau – Mahasiswa Program Pascasarjana Program Studi Administrasi Pembangunan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melaksanakan kegiatan studi lapangan di Kota Babau beberapa waktu lalu.

Sejumlah lembaga pemerintah dikunjungi. Salah satunya adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Baubau. Kegiatan studi tersebut didampingi Dosen Dr. Liwaul, M.Si.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai implementasi pengelolaan sektor pariwisata oleh pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Liwaul menuturkan, melalui observasi lapangan, wawancara, serta diskusi bersama pejabat dan pegawai Disparbud Bubau, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai praktik administrasi publik yang diterapkan dalam pengelolaan sektor pariwisata.

“Dalam studi lapangan, mahasiswa mempelajari berbagai aspek pengelolaan pariwisata, mulai dari proses perencanaan program, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan, hingga pengawasan terhadap pengelolaan destinasi wisata,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai sistem pengelolaan retribusi wisata, strategi promosi digital, pengembangan ekonomi kreatif, serta pelibatan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis.

“Interaksi langsung dengan pemerintah daerah memberikan wawasan mengenai tantangan, peluang, serta strategi yang diterapkan dalam tata kelola sektor publik, khususnya di bidang pariwisata,” tutur Liwaul.

Salah satu informasi penting yang diperoleh selama kegiatan adalah capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kota Baubau yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Kepala Disparbud Baubau, Ibnu Wahid, Pada tahun 2024, target PAD sebesar Rp150 juta berhasil dilampaui dengan realisasi mencapai Rp180 juta atau sekitar 120 persen.

Sementara pada tahun 2025, target sebesar Rp180 juta kembali terlampaui dengan realisasi sebesar Rp200 juta atau sekitar 111,11 persen.

“Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pengelolaan sektor pariwisata yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Baubau,” katanya.

Ia juga menjelaskan seputar pengelolaan dua destinasi wisata yang menjadi aset Pemerintah Kota Baubau, yaitu Benteng Keraton Buton dan Batu Sori, yang dikelola secara langsung oleh Disbudpar.

“Destinasi wisata lainnya dikelola oleh masyarakat melalui Pokdarwis dengan pendampingan dan pembinaan dari pemerintah daerah sebagai bentuk kolaborasi dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan,” terangnya.

Di momen itu pula Selain peserta studi lapangan mahasiswa UHO juga berdiskusi mengenai strategi promosi pariwisata yang kini lebih berorientasi pada pemanfaatan media digital, penyelenggaraan event budaya, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai upaya meningkatkan daya saing pariwisata Kota Baubau. (***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini