Obsesi Wujudkan Infrastruktur Olahraga Berbasis Sport Tourism

0
252
Kadis Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Pahri Yamsul (kiri) bersama Gubernur Sultra Ali Mazi dalam sebuah momen acara

Sulit dipungkiri Sulawesi Tenggara gudangnya atlet berprestasi. Bertahun-tahun para duta olahraga Bumi Anoa membumikan nama daerah baik di kancah nasional maupun internasional.

Semua pencapaian itu hanya terlecut semangat, meski memanfaatkan fasilitas yang kurang memadai. Gubernur Sultra Ali menyadari kondisi tersebut.

Dia pun mendukung gagasan untuk merevitalisasi maupun memodernisasi sejumlah Sarana Olah Raga (SOR). Visi utamanya adalah fasilitas olahraga Sultra juga harus bisa berbicara.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara, Pahri Yamsul

MCNEWSULTRA.ID, Kendari — Di masa kepemimpinan Gubernur Sultra Ali Mazi, sektor pembangunan olahraga tetap menjadi prioritas. Khususnya upaya terus meningkatkan pencapaian prestasi dan regenerasi atlet.

Beres-beres pembangunan sarana olahraga kini dipercayakan pada Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara. Suksesornya tentu berada di tangan Dr Ir H Pahri Yamsul MT selaku kepala dinas.

Soal membangun sarana olahraga memadai, Pahri punya pandangan cukup visioner. Baginya sebuah fasilitas olahraga tak hanya berhenti pada kebutuhan pembinaan olahraga, tetapi juga mengintegrasikan konsep sport tourism pada lokasi sarana olahraga.

Pola pikir itu sudah dituangkan pada kegiatan revitalisasi Kompleks KONI Sultra di Kelurahan Bende, Wuawua. Kawasan itulah salah satunya menganut konsep sport tourism sekaligus kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Lapangan softball di Kompleks KONI Sultra sudah bisa mempertandingkan event bertaraf nasional

Pahri menuturkan, untuk penataan Kawasan Kompleks KONI Sultra pemerintah provinsi menganggarkan biaya sebesar Rp 4 miliar di Tahun 2018.

Dari anggaran tadi ada Rp 2 miliar digunakan membangun sarana arena olahraga softball. Selain cabor softball juga bisa disiapkan arena olahraga futsal dan panahan.

“Untuk lahan arena pertandingan softball ada dua kita bangun. Luas lahan kita lebih dari kapasitas arena softball di Karebosi, Makassar. Ukurannya itu 125 x 125 meter, itu sudah bertaraf internasional,” katanya belum lama ini.

Desain kolam renang Lakidende Kendari

Selain itu, kata dia Ketua Pengrov Perbasasi Sultra itu, pemprov juga akan merenovasi kolam renang dengan menelan anggaran sebesar Rp 12 miliar dibagi tiga tahap kegiatan.

Sarana itu sudah berusia 30 tahun. Adapun Anggaran tahap I sebesar Rp 6 miliar, Tahap II Rp 2 miliar dan Tahap III sejumlah Rp 4 miliar untuk kebutuhan pengerjaan arsitektur, lahan parkir, lanskap, dan finishing.

“Untuk pekerjaan tahap satu sudah kami laksanakan Tahun 2021. Nah tahun ini lanjut tahap dua meliputi penyempurnaan kolam, pemasangan pompa air dan filterisasi serta perbaikan tribun dan toilet,ā€¯terangnya.

Pulau Sulawesi Sirkuit Kendari

Dukungan pembangunan di bidang olahraga juga diberikan pada cabang balap motor. Animo generasi muda di Sultra di cabang otomotif cukup besar. Di wilayah sulawesi relatif berpacu dengan pengembangan infrastruktur balap motor.

Tak heran region sulawesi langganan event seri kejurnas balap motor. Khususnya di Sulawesi Tenggara juga siap bersaing dengan merintis pembangunan sirkuit balap motor bertaraf internasional di Nangananga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Uniknya, lintasan balap dikemas huruf K yang dimaknai sebagai Pulau Sulawesi. Sebuah lokasi seluas 10 hektare disiapkan untuk membangun lintasan balap motor sepanjang 2.000 meter dan lebar 9 meter. Taksiran anggaran pembangunan berkisar Rp 30 miliar.

“Sejauh ini progress fisik badan jalannya sudah ada, bentuk huruf K-nya sudah kelihatan. Sisa ditingkatkan lagi ke proses pengaspalan. Pengaspalan mengikuti standar sirkuit balap dengan ketebalan tiga lapis,” ungkap Pahri Yamsul.

Pahri mengakui, kebutuhan anggaran pembangunan sirkuit cukup besar sehingga sulit sepenuhnya dibebankan pada APBD. Makanya, pemerintah provinsi mengupayakan penggalangan anggaran dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Bukan cuma lintasan balap motor, pemprov pun kini berupaya menuntaskan rehab Stadion Lakidende Kendari. Yang pasti ke depan Sultra akan memiliki stadion sepakbola berstandar FIFA. (adv)

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini